Di wilayah perairan Doraia, di atas sebuah kapal nelayan besar yang berada dekat perbatasan perairan internasional, seorang pria tua berpakaian seperti pengemis sedang berdiri di haluan. Satu tangannya memegang setengah ekor ikan, sementara tangan lainnya menenteng kendi arak.Begitu angin laut bertiup, bau amis yang terbawa membuatnya mengernyit jijik. Hanya seteguk arak yang bisa membuatnya merasa sedikit nyaman. Setelah meneguknya, kerutan di wajah pengemis tua itu seolah ikut mengendur.Kapten tua menyalakan sebatang rokok, lalu melambaikan tangan untuk menyuruh beberapa awak kapal yang berada di dekatnya pergi. Setelah berdeham, dia berkata, "Tuan, kapal kita sudah berhenti di sini selama dua hari. Sebenarnya apa rencanamu? Kamu juga nggak pernah menjelaskannya."Pengemis tua itu membuang tulang ikan dan kendi araknya, lalu mengelap tangannya yang berminyak dengan sembarangan ke pakaian."Kalau dihitung waktunya, seharusnya sudah hampir tiba. Perahunya sudah disiapkan, 'kan?""Sud
続きを読む