"Arlo, nggak nyangka kita bisa bertemu lagi secepat ini, ya?""Bukannya di Herba Agung waktu itu kamu sok jagoan sekali? Kenapa sekarang dibawa ke sini seperti anjing mati?""Nizam, bantu aku kasih dia pelajaran!"Nizam menjawab santai, "Tenang, Kak. Aku akan buat dia paham akibat dari menyinggung kita!"Dia menyalakan sebatang rokok dengan tenang, lalu memberi isyarat agar Arlo didorong mendekati sofa. Dengan nada mengejek dia berkata, "Nak, kamu tahu seberapa mengerikannya hidup di Kota Naldern? Cuma karena bisa berkelahi, kamu kira bisa bikin dunia sendiri?""Hesin punya Komite Bela Diri di belakangnya. Mau lawan kami? Benar-benar nggak tahu mati!"Nizam menusukkan jarinya ke dada Arlo. "Kamu menebas satu tangan kakak iparku, aku akan menyuruh orang menebas keempat anggota tubuhmu!""Aku akan menyiksamu habis-habisan untuk melampiaskan dendam di hati kakak iparku! Aku sudah menyelidikimu. Victor dan Chairil, mereka penting bagimu, 'kan?""Victor orangnya adil, selalu peduli reputasi
Baca selengkapnya