"Sudah kubilang, Dokter Arlo itu hebat. Kalian saja yang nggak percaya!""Benar juga, dokter muda ini terlalu tenang, sampai-sampai kita semua terkecoh.""Nanti kalau sakit, datang saja ke Klinik Wellness.""Iya, cari Dokter Arlo!"Pujian berdatangan tanpa henti. Para warga sekitar tampak bersemangat, seolah-olah orang yang tadi ingin menghancurkan klinik itu bukan mereka sendiri.Wajah Kamil berubah pucat, lalu memerah. Di dalam hatinya, dia jelas merasa tidak nyaman.Arlo malas berdebat dengannya. Dengan tatapan dingin, dia mengalihkan pandangan ke arah Saddam dan kawan-kawannya yang hendak diam-diam kabur dari kerumunan."Sudah bikin keributan, mau langsung pergi begitu saja?"Begitu Arlo mengingatkan, warga sekitar langsung bereaksi dan mengepung mereka."Betul! Siapa yang mengizinkan kalian pergi?""Pura-pura mati buat nipu ganti rugi, menjijikkan! Hampir saja kami salah paham soal Dokter Arlo.""Pukul saja mereka ...."Entah siapa yang berteriak lebih dulu. Teriakan itu langsung
Read more