Sheila sejak tadi sudah merasa kesal. Dia pun menarik Arlo dan pergi tanpa menoleh lagi.....Di perjalanan pulang, wajah Sheila tampak dingin dan penuh amarah. Niat baiknya sama sekali tidak dihargai, malah dibalas dengan ejekan.Arlo tertawa dan berkata, "Sudahlah, jangan marah. Perempuan kalau sering marah bisa cepat tua lho."Sheila berkata, "Aku cuma nggak tahan lihat mereka yang meremehkan orang lain. Menilai orang dari penampilan! Dasar picik! Nggak seperti aku, pertama kali bertemu kamu saja sudah tahu kalau kamu berbeda dan punya bakat luar biasa.""Ya, ya, kamu memang punya mata tajam, bisa melihat kemampuan siapa yang lebih unggul." Arlo mengangguk. Harus diakui, perempuan ini memang luar biasa. Saat pertama bertemu di rumah teh, hanya karena satu lagu, Sheila langsung yakin padanya.Wajah Arlo tetap tenang. Sheila mencibir. "Kamu santai sekali, sama sekali nggak marah! Si Cakra itu masih mau mencari master. Aku penasaran, mereka bisa menemukan master seperti apa!""Aku trak
Read more