Para tokoh besar dari dewan juri, bersama para pakar medis barat lain yang hadir, semuanya merasa tersinggung dan langsung bersatu menyerang balik dengan kata-kata.Jibril mengangkat tangan dengan pusing. "Cukup!"Suasana di tempat langsung hening.Pada titik ini, Jibril hanya bisa memilih untuk memercayai Arlo. Dia yang menyetujui Arlo menjadi ketua tim. Sekarang, dia sudah tidak bisa mundur.Jibril melangkah ke depan Arlo dan bertanya dengan serius, "Kamu yakin bisa menang?"Arlo menjawab dengan penuh percaya diri, "Yakin!"Jibril menepuk bahu Arlo dengan keras. "Lakukan yang terbaik. Kalau nggak, bukan hanya aku yang akan dikenai sanksi, kamu juga nggak akan bisa bertahan lagi di dunia medis!"Senyuman Arlo begitu cerah, tanpa sedikit pun rasa gentar. Dengan keyakinan penuh, dia berucap, "Tenang saja. Kalau aku bilang bisa menang, berarti pasti menang."Isyana tidak tahu dari mana Arlo mendapatkan kepercayaan diri sebesar itu, tetapi sikap Arlo entah bagaimana sedikit memengaruhinya
อ่านเพิ่มเติม