Share

Bab 517

Penulis: Jayden Carter
Lidya cukup terkejut saat melihat Mutia. Dia sebenarnya tidak terlalu akrab dengan Mutia, hanya pernah dua kali minum teh susu bersama karena diajak Isyana. Namun, gadis kecil ini lincah dan pintar. Lidya juga menyukainya.

"Kamu datang sama Kak Isyana?"

Mutia menggeleng.

Lidya mengacak rambut Mutia dengan penuh kasih sayang, lalu tersenyum kepada pria yang menemaninya dan berkata, "Ini Mutia, adik sepupu dari sahabatku, Isyana!"

Pria itu berpenampilan rapi dan elegan, berpakaian mahal. Auranya k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 950

    Arlo menggelengkan kepala. Dia lalu membuat makanan sederhana. Aroma nasi goreng yang harum segera memenuhi ruangan. Mencium aroma itu, Sheila yang masih mengantuk akhirnya bangun dengan mata setengah terbuka."Tidur di tempatmu memang jauh lebih nyenyak daripada di tempat lain."Sheila berjalan ke dapur, lalu langsung memeluk pinggang Arlo dari belakang.Gerakan tangan Arlo sempat terhenti. Namun, pada akhirnya dia membiarkan tubuh lembut itu memeluknya. Sheila memutar tubuh Arlo menghadap ke arahnya, lalu mendekat untuk menciumnya.Pada saat itu, terdengar suara batuk kecil dari Fellis. Wajah Arlo langsung memerah. Dia hendak memalingkan kepala, tetapi Sheila malah menarik wajahnya kembali dan mencium bibirnya dengan paksa.Setelah berhasil mencium Arlo, Sheila menatap Fellis dengan wajah penuh kemenangan."Dasar gadis kecil. Kamu iri, ya? Kalau iri, sini cium juga!"Melihat Fellis benar-benar hendak menghampiri, Arlo buru-buru mengangkat piring nasi goreng. "Makan! Makan dulu!"Kila

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 949

    Fellis mengangguk."Afdhal bilang, orang-orang dari Kamar Dagang Nordic ingin ketemu kamu. Sebenarnya dia sendiri yang seharusnya datang melapor, tapi begitu menyebut nama Kak Arlo, dia langsung ketakutan. Dia bersikeras nggak berani datang tanpa izinmu."Arlo tertawa. "Suruh saja dia bawa mereka kemari besok pagi."Fellis mengangguk patuh. Kemudianm dia mulai bertanya tentang perjalanan Arlo ke Sekte SIhir. Arlo memilih beberapa kejadian menarik dan menceritakannya secara santai. Sheila mendengarkan dengan serius. Namun, pada akhirnya dia tetap mencibir."Jadi begini caramu membujuk permaisuri utama sampai berdamai lagi, ya?"Arlo menatap Sheila dengan pasrah."Sudahlah, sudahlah. Aku malas bertanya lagi. Sudah malam begini. Fellis, cepat pulang. Kamu sudah ketemu Kak Arlo-mu, 'kan? Sekarang waktunya kami beristirahat."Sheila mulai mengusir tamunya, seolah-olah dia benar-benar tinggal serumah dengan Arlo. Wajah Fellis langsung memerah. "Sudah malam sekali. Aku tinggal saja di sini da

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 948

    "Aku berencana mendirikan Klinik Antasari di setiap kota. Para lulusan yang kita bina nantinya akan bertugas di sana. Urusan ini nggak perlu terburu-buru, tapi persiapannya harus dimulai dari sekarang. Untuk hal ini, kalian diskusikan dengan Chairil dan biarkan dia yang mengurusnya."Saat Arlo menyampaikan rencananya, Bagya dan Yukta saling berpandangan. Mereka sama-sama memahami arti di balik rencana tersebut. Jika suatu hari Klinik Arlo benar-benar berdiri di seluruh negeri, itu akan menjadi industri inti milik Arlo.Fakta bahwa Chairil dipercaya untuk mengelolanya menunjukkan bahwa dia adalah orang kepercayaan yang sangat penting.Yukta mengangguk. "Aku tahu apa yang harus dilakukan.""Lalu ada satu hal lagi mengenai Konferensi Pengobatan Tradisional. Maaf kalau aku terlalu banyak bicara.""Silakan."Yukta melanjutkan, "Alasan Sekte Vitalitas berani bertindak begitu arogan, tidak lain karena mereka mengandalkan Gonzali dan Api Bumi. Gonzali memang seorang genius. Kemampuannya dalam

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 947

    Melihat yang datang adalah Sheila, Fellis, serta Bagya dan Yukta, Arlo langsung mempersilakan mereka masuk."Pak Arlo!""Kak Arlo!""Dasar nggak punya hati!"Bagya dan Yukta bersikap sangat hormat. Fellis juga masih menjaga sikapnya di depan orang lain dan terlihat cukup normal. Namun, Sheila menatap Arlo dengan sorot mata penuh keluhan, seolah menyalahkan Arlo karena beberapa hari terakhir tidak pernah mencarinya.Arlo mengatupkan bibir, berpura-pura tidak melihat tatapan itu, lalu berkata dengan wajah serius, "Ada urusan apa kalian datang sama-sama?"Yukta mengangguk."Aku dengar Pak Arlo akan mengikuti Konferensi Pengobatan Tradisional dan sudah berhadapan dengan Sekte Vitalitas. Aku datang untuk melaporkan perkembangan terbaru."Arlo mengangguk. "Katakan saja."Yukta memberi isyarat kepada putranya, Bagya.Bagya segera mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dari sakunya, lalu mulai memberikan laporan."Obat-obatan tradisional siap pakai yang diserahkan Pak Arlo kepada kami sudah mu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 946

    "Cuma mengandalkan koneksi untuk masuk final! Tunggu saja!""Pak Kaisan, jangan marah. Sekalipun masuk final, orang seperti dia tetap nggak akan meraih prestasi apa pun! Kali ini Gonzali ikut bertanding. Gelar juara pasti akan jatuh ke tangan Sekte Vitalitas!""Nggak usah buang-buang waktu meladeni orang yang masuk lewat jalur belakang seperti itu!"Kaisan tidak mengatakan apa-apa. Namun di dalam hatinya, niat jahat mulai tumbuh.Hubungan Arlo sangat kuat. Jika Arlo benar-benar berhasil meraih peringkat tinggi dan namanya semakin terkenal, Sekte Vitalitas akan semakin tidak mampu menandinginya.Memikirkan hal itu, dia segera berdiri dan meninggalkan kantor. Setelah kembali ke rumah dan mempertimbangkannya berulang kali, dia akhirnya menelepon sebuah nomor."Bantu aku singkirkan Arlo. Sebagai gantinya, aku akan meminjamkan Api Bumi Sekte Vitalitas kepada organisasi kalian selama tiga tahun."Beberapa saat kemudian, suara dari seberang telepon terdengar, "Tunggu kabar."....Di Erupa Uta

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 945

    Arlo mengangguk. "Beberapa hari lalu memang ada pasien kaki diabetik yang datang. Tapi soal menghilang itu nggak benar. Setelah sembuh, dia malah tinggal di klinik kami dan bekerja sebagai petugas kebersihan."Kaisan memutar bola matanya. "Pasien kaki diabetik stadium akhir yang seharusnya diamputasi, lalu kamu bilang bisa disembuhkan begitu saja?"Arlo tersenyum. "Ternyata kamu tahu cukup detail. Bahkan tingkat keparahan penyakitnya pun kamu pahami dengan jelas."Kaisan langsung terdiam. Pasien itu memang orang yang dia pilih sendiri.Saat Stella kembali, dia sempat menyebut bahwa pasien tersebut masuk ke klinik Arlo dan diterima olehnya. Namun, Kaisan sama sekali tidak percaya kaki diabetik bisa disembuhkan. Pada stadium akhir, ujung anggota tubuh pasien sudah menghitam dan mengalami nekrosis kering.Pada tahap awal, kondisi seperti itu masih bisa ditangani melalui terapi pelancaran sirkulasi darah dan stimulasi akupunktur. Namun pada stadium akhir, pilihannya hanya amputasi atau men

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 330

    Lagi pula, Arlo telah memilih setumpuk besar barang antik dan menyatakan dengan lantang bahwa semuanya palsu. Di dalamnya ada keramik, perunggu, lukisan, kaligrafi, giok, serta benda genggam.Kalau ditinjau secara ketat, semua itu bukan satu bidang yang sama. Arman belum pernah mendengar ada ahli ta

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 314

    "Kalau Arlo benar-benar punya kemampuan bisa menghancurkan Keluarga Pangalila hanya dengan satu perintah, memangnya dia masih perlu mencariku untuk minta bantuan menyampaikan permohonan ke Keluarga Simarta?"Mutia tertegun. Setelah mendengar ucapan sepupunya, dia pun mulai ragu. Dia sama sekali tida

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 296

    Fellis awalnya ingin memanfaatkan alasan ini untuk bisa sekaligus bertemu Arlo, tetapi tak disangka justru ditolak. Seketika, dia merasa sedikit kecewa."Baiklah. Kalau begitu ... besok acara jamuan pembukaan perusahaan investasi, kamu datang?"Arlo bisa menangkap rasa kecewa dalam suara Fellis. Dia

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 306

    Victor tertegun sejenak. Melihat Arlo tidak tampak sedang berbohong, dia segera bertanya, "Gimana kamu bisa kenal Donny? Sebaiknya jangan sering-sering bergaul dengan orang-orang yang nggak jelas seperti itu. Jangan sampai kamu terseret ke jurang!"Arlo membuka mulut, tetapi menyadari kalau menjelas

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status