MasukSheila mengernyitkan alisnya. Dia melihat seorang pria paruh baya bertubuh kekar tiba dalam sekejap dan berdiri di sebelah kiri mereka. Pria itu mengenakan jubah abu-abu. Dia berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung, tubuhnya tegak lurus bagaikan tombak."Dewa Perang Utara nggak menetap di wilayah utara, malah datang ke Hareast!" Bagas tertawa kecil, sengaja memasang sikap santai.Namun, keseriusan yang sekilas melintas di matanya menunjukkan bahwa hatinya sama sekali tidak sesantai ekspresinya.Barulah saat itu Sheila tahu bahwa pria di hadapannya adalah Dewa Perang Utara yang sangat tersohor.Aura gagah dan berwibawanya memang persis seperti yang dikabarkan.Konon, selain Dewa Militer, sosok yang paling berwibawa di kalangan militer adalah Dewa Perang Utara, Nadhif!Sejak di kediaman Keluarga Gaharu dia dihalangi oleh bawahan Dewa Perang Utara yang mengatakan bahwa Arlo harus bertarung melawan sang Dewa Perang, Sheila pun mencari tahu tentang tokoh besar ini setelah kembali.
Wajahnya tampak tenang, sama sekali tidak menunjukkan sedikit pun rasa tidak terima."Karena kamu sudah tahu, aku nggak perlu banyak bicara. Selain harus memiliki kekuatan setingkat grandmaster, kamu juga harus punya kekayaan puluhan triliun. Pikirkan sendiri bagaimana caranya!"Setelah selesai berbicara, Darlan mematikan cerutunya lalu berjalan keluar.Valden mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Rusdi keluar dari kamar dengan wajah muram."Keluarga Rinjani benar-benar keterlaluan! Dia cuma adik perempuan dari cabang keluarga yang jauh. Kak, kamu benar-benar terlalu dirugikan!""Dalam dunia bela diri, kekuatan adalah segalanya. Hanya itu! Di belakang Keluarga Rinjani ada keluarga bela diri kuno yang mendukung mereka, jadi wajar kalau mereka nggak menganggapku penting. Tapi hanya ada satu jalan bagiku untuk menjadi grandmaster! Hanya setelah menjadi grandmaster, aku bisa mempelajari jurus rahasia Keluarga Rinjani, membunuh Arlo, dan membalas dendam!"Valden mengangkat kepala dan kem
Seiring kendali Arlo, di seluruh wilayah yang diselimuti Formasi Tanah Berkah, kabut dan awan sesekali bermunculan, sementara angin kencang sesekali menderu. Uap air menyebar dan menyelimuti area hingga puluhan kilometer di sekelilingnya."Esensi Kayu Murni, keluarlah!"Arlo mengeluarkan akar kayu roh, lalu memaksa seluruh energi unsur kayu dari Lima Elemen yang terkandung di dalamnya keluar. Seketika, pusaran energi hijau pucat yang tak terhitung jumlahnya mulai menyebar di antara kabut air yang memenuhi pegunungan, tetapi kemudian tertahan kembali oleh kabut tersebut.Mengikuti kontur pegunungan, Arlo menancapkan delapan belas pilar naga raksasa yang dipenuhi ukiran jimat ke dalam tanah.Jimat pada pilar-pilar raksasa itu digunakan untuk menarik kekuatan Naga Hijau, lalu memanfaatkan kekuatan Naga Hijau untuk meminjam kekuatan spiritual Dewa Hijau.Arlo terpaksa menggunakan cara alternatif ini karena dia tidak memiliki pusaka berelemen kayu.Meski begitu, energi unsur kayu dari Lima
"Para ahli sekalian, kondisi tubuhku sekarang sudah nggak bermasalah. Pak Arlo sedang membuat obat dan masih membutuhkan bantuanku. Jadi, aku membutuhkan surat keterangan dari kalian agar bisa keluar dari rumah sakit."Fellis berkata kepada para ahli, tetapi tatapannya justru tertuju kepada Wakil Wali Kota.Wakil Wali Kota merasa dirinya seperti sedang menaiki roller coaster. Perasaannya terus naik turun dan sejak tadi tidak pernah benar-benar tenang."Boleh, boleh, tentu saja boleh! Urusan Dokter Arlo membuat obat jauh lebih penting!"Dia langsung melambaikan tangan dan bahkan secara khusus meminta sekretarisnya mengantar Fellis pulang.....Setelah meninggalkan rumah sakit, Arlo langsung menuju pinggiran kota, ke lokasi tempat dia membangun Formasi Tanah Berkah.Berkat beberapa formasi ilusi yang menyamarkan tempat tersebut, lokasi itu belum pernah dirusak oleh orang luar.Di pusat formasi sudah terkumpul cukup banyak Cairan Spiritual Elemen Air. Setelah mengumpulkannya, Arlo langsun
Setiap kali tiba di sebuah ruang perawatan, Arlo menggunakan cara yang sama.Sepuluh menit kemudian, seluruh pasien di area isolasi telah disembuhkan dengan Teknik Kayu Kehidupan.Setelah itu, dia menggunakan api alkimia tingkat inti semu untuk membersihkan seluruh hawa kotor di area isolasi. Sehebat apa pun cairan disinfektan, efeknya tetap tidak sekuat api alkimia tingkat inti semu.Bagi Arlo, tindakan ini juga menguras tenaga dalam jumlah besar. Dia menelan beberapa Pil Energi untuk memulihkan diri sejenak, kemudian menggunakan cara yang sama untuk membersihkan seluruh area rumah sakit.....Di lantai satu rumah sakit, Wakil Wali Kota memandangi kerumunan pasien yang memenuhi ruangan dengan wajah penuh kekhawatiran. Tidak semua pasien ini sudah terinfeksi, tetapi kalau terus berada di sini, cepat atau lambat mereka semua akan tertular.Namun, mereka juga tidak berani membiarkan para pasien pergi. Sebab, tim ahli sejak awal berpendapat bahwa penyakit ini memiliki masa inkubasi sehing
Para ahli yang hadir tidak mengatakan apa-apa. Bahkan anggota tim ahli Nordic, yang sebagian besar merupakan kolega dan bawahan Taufik, juga tidak bisa menyangkal hal tersebut.Bagaimanapun, tadi Arlo sudah menyembuhkan Fellis yang kondisinya cukup parah dengan tangannya sendiri. Semua orang menyaksikannya secara langsung.Wajah Taufik memerah. Gerakannya pun mendadak kaku. Dia membuka mulut, tetapi tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Melihat itu, Lidya buru-buru menarik Mirae dan berbisik, "Cepat minta maaf sama Master Arlo. Minta dia turun tangan! Levin saja kalau bertemu dia sampai ingin berlutut untuk menjilatnya. Hari ini kamu sudah beberapa kali menyinggung dia. Kamu masih mau menyelamatkan nyawa suamimu nggak?"Mirae ragu selama dua detik. Wataknya memang mudah tersulut emosi, tetapi perasaannya terhadap suaminya benar-benar tulus.Melihat reaksi para ahli saat ini, dia pun sadar bahwa Arlo tidak sesederhana yang dia bayangkan.Dia segera melangkah maju dan membungkuk kepa
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







