Share

Bab 512

Author: Jayden Carter
Lapangan latihan militer luasnya sekitar tujuh hingga delapan lapangan sepak bola. Kecuali sebuah podium setinggi setengah meter, sisanya adalah area latihan yang lapang.

Di salah satu sisi podium, berdiri batu besar setinggi empat hingga lima meter, terpahat dua karakter besar "Seribu Kemenangan", menunjukkan sejarah gemilang Pasukan Metal Bangsa.

Sebagai pasukan elite dalam pasukan khusus, setiap tahun seluruh tentara yang berhasil lolos seleksi untuk masuk ke dalamnya tidak lebih dari 50 oran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Aswibuns Daffa' Wibowo
ayoo update lagi
goodnovel comment avatar
menk888herman
updatenya terlalu dikit..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 859

    Arlo berputar. Saat melihat dirinya bisa menghindar, sementara Paula malah akan terkena panah, dia terpaksa menarik wanita itu dengan satu tangan.Tubuh Paula menegang dan dalam sekejap, dia jatuh ke dalam pelukan Arlo.'Sialan!' umpat Paula. Dirinya bahkan belum sempat menyerang, malah sudah dipeluk paksa sama pria berengsek ini? Ini tidak bisa ditoleransi!Paula langsung bersiap membalas, sebagai putri Raja Sihir, mana mungkin dia tidak punya serangga guna-guna pelindung? Namun sebelum dia sempat bergerak, tubuhnya sudah terangkat ke udara, dilempar oleh Arlo ke arah Nirkasa.Pada saat itu, sebuah anak panah melesat melewati posisi Paula tadi, lalu menghantam semak beberapa meter di depan. Energi dahsyatnya langsung meledakkan lubang besar di tanah.Paula dan Nirkasa baru menyadari ada penyerang, wajah mereka langsung berubah drastis.Sementara itu, Arlo sudah menyesuaikan arah. Dengan entakan kaki, dia melesat seperti peluru menuju posisi penyerang. Penyerang di balik pohon itu jela

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 858

    Maksud Raja Sihir sudah sangat jelas, mengusir tamu!Arlo merenung sejenak. Dia pun tidak memaksa dan memutuskan untuk menunggu sampai bertemu Isyana lalu melihat situasinya terlebih dahulu."Urusanku sudah selesai, kita kembali!" Arlo melihat matahari yang sudah terbenam, lalu melambaikan tangan. Sambil berkata demikian, dia langsung melangkah cepat turun gunung. Heidi melirik Paula dan Nirkasa yang masih tertegun, lalu buru-buru menyusul Arlo.Sebelum datang, Heidi sempat membaca di forum internet tentang ilmu sihir wilayah Maia. Dia kemudian bertanya pada Paula apakah semua itu benar.Paula hanya menjawab dengan samar. Hubungan Heidi dan Paula cukup baik, jadi dia mengajak Heidi untuk datang berkunjung. Siapa sangka, baru hari pertama sudah melihat pemandangan seperti ini, sampai hampir membuat jiwanya melayang.Selain itu, Paula jelas mengatakan dia tumbuh di Desa Guting. Namun sejak masuk desa sampai sekarang, sepertinya hanya Nirkasa yang mengenalnya.Keanehan demi keanehan membu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 857

    Di dalam Kuil Dewa Sihir, hanya berdiri sebuah patung dewa.Patung itu tampak aneh, seperti sosok manusia yang mengenakan jubah hitam menutupi wajahnya, tidak bisa dibedakan apakah itu pria atau wanita. Singgasananya dipenuhi ukiran serangga, cacing, dan berbagai makhluk seperti yang ada di pilar luar, memancarkan aura gelap dan menyeramkan.Di bawah singgasana, duduk bersimpuh seorang wanita tua kurus berkulit gelap dengan pakaian khas suku Maia. Wajahnya penuh keriput, tampak seperti dukun tua yang sangat saleh.Arlo memandang sekeliling, tampak sedikit terkejut, "Kupikir di dalam Kuil Dewa Sihir akan ada banyak persembahan dan orang yang beribadah. Apa hari ini khusus?"Wanita tua itu tersenyum. "Anak muda, sebagai orang luar, kamu tentu tidak tahu. Penyembahan Dewa Sihir dilakukan di rumah, bukan di kuil. Kuil hanya ramai saat ada kegiatan.""Kalau kamu tertarik, lebih baik keluar dulu untuk menetralisir racun baru kembali lagi. Kamu orang luar, Dewa Sihir tidak akan memberimu obat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 856

    Para tetua menunjukkan raut gembira. Lebih dari satu menit kemudian, gadis itu keluar dengan wajah kembali bersih.Para tetua mulai kembali melakukan pemujaan!Kemudian, mereka melihat gadis-gadis kecil itu satu per satu menjalani proses yang sama. Dari enam orang, hanya gadis kedua yang berhasil keluar dari Kuil Dewa Sihir.Sisanya semua gagal!Heidi melihat gadis-gadis kecil yang gagal, tangan mereka yang berlumuran darah dan luka akibat racun, hatinya dipenuhi perasaan yang sulit dijelaskan. Dia tidak tahan dan mulai mual.Paula mengatupkan bibir. Dari sudut pandang orang modern, ini memang sangat kejam. Namun, ini adalah salah satu ujian untuk mendapatkan pengakuan Dewa Sihir dan masuk ke Lembah Sepuluh Ribu Naga!Sebenarnya ini tidak sepenuhnya takhayul atau sekadar ritual.Kalau dijelaskan secara modern, hanya mereka yang memiliki kondisi fisik lebih baik dan tubuh yang lebih sensitif dalam menetralisir racun yang bisa mengendalikan serangga guna-guna dan mempelajari tekniknya.N

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 855

    "Kenapa kamu ada di sini?" Heidi menatap Arlo dengan wajah penuh kejutan.Arlo mengangguk memberi salam, "Aku datang sama teman untuk melihat-lihat Kuil Dewa Sihir!""Melihat Kuil Dewa Sihir? Sepertinya kamu bahkan nggak tahu apa itu Kuil Dewa Sihir, ya?" Paula memutar matanya.Begitu melihat Paula, ekspresi Nirkasa sedikit berubah. Dia tampak ingin berkata sesuatu, tetapi akhirnya memilih diam. Paula seolah teringat sesuatu, sudut bibirnya melengkung membentuk senyum mengejek, "Jangan-jangan kamu mau masuk ke Kuil Dewa Sihir?""Kalau iya, kenapa?" Arlo menatap Paula dengan senyum tipis.Heidi bertanya dengan penasaran, "Paula, Kuil Dewa Sihir itu apa?"Paula mengangkat kepala dan berkata kepada Nirkasa, "Aku juga mau ajak temanku untuk lihat-lihat!" Jelas sekali dia kenal dengan Nirkasa.Nirkasa ragu sejenak, lalu seperti agak terpaksa mengangguk, "Kamu dan temanmu hanya boleh melihat dari jauh, nggak boleh mendekat!""Aku tahu!" Paula menjulurkan lidah, lalu menarik Heidi berjalan le

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 854

    Arlo mengangguk. "Aku juga nggak berniat menipu kakakmu!"Dalam hati dia menambahkan, 'Aku nggak tertarik sama wanita yang lebih tua!'"Heh, sebagai sesama pria, jangan kira aku nggak bisa melihat trikmu! Pura-pura tarik ulur seperti itu, kakakku mungkin nggak sadar, tapi kamu nggak bisa menipuku!"Nirkasa sekarang sangat curiga bahwa Arlo datang sebagai pria yang ingin menumpang hidup demi tanaman spiritual! Beberapa tanaman spiritual yang dibutuhkan dalam dunia bela diri memang hanya tumbuh di wilayah Maia.Dulu pernah ada pria dari luar yang berniat mendekati wanita Suku Sihir demi mencuri tanaman spiritual. Sekarang kakaknya menyuruhnya membawa Arlo ke sekitar Lembah Sepuluh Ribu Naga, pasti juga karena dia mengincar tanaman spiritual.Melihat wajah Nirkasa yang penuh keyakinan, Arlo tahu percuma menjelaskan. Dia pun langsung mengganti topik, "Di suku kalian, ada berapa grandmaster tingkat tenaga transformasi?"Mendengar itu, Nirkasa langsung tampak bangga, "Ibuku, kakak senior uta

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 494

    "Menurutku anak itu sudah gila. Tujuh hari. Dulu Raja Prajurit yang berbuat salah saja hanya bertahan tujuh hari sebelum mentalnya hancur. Sehebat apa pun dia, memangnya bisa lebih dari itu?" Guram berbicara dengan penuh semangat, seolah dendam besarnya sudah terbalas."Asal dia sudah gila, mau dipe

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 465

    Di ibu kota provinsi, di dalam ruang kerja Keluarga Sukendro. Zainal mendapat kabar bahwa orang-orang yang dia kirim semua lenyap tanpa jejak. Wajahnya semakin muram."Bagaimana dengan Ian? Ada kabar darinya?"Sang kepala pelayan gemetar hebat sambil menggeleng.Zainal meraung marah, "Semuanya sampa

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 483

    Di kediaman Keluarga Hanafi, wajah cantik Isyana dipenuhi rasa putus asa.Jauh di lubuk hatinya, dia adalah perempuan yang sangat konservatif. Kalau tidak demikian, dulu dia tidak mungkin menuruti Victor dan menikah dengan Arlo.Dalam pandangannya, pernikahan bukanlah permainan. Bukan sesuatu yang b

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 475

    Dandy tak bisa menahan diri untuk mencondongkan tubuh dan melihat lebih dekat. Awalnya dia belum bereaksi apa-apa, tetapi seiring Arlo menulis semakin cepat dan menggambar diagram peredaran energi, wajah lelaki tua itu langsung dipenuhi kegembiraan. Dia berseru kagum tiga kali berturut-turut."Bakat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status