Langit Roma pagi itu tampak pucat, seolah tahu bahwa badai besar sedang bersiap menerjang daratannya. Di atas ketinggian, baling-baling helikopter VIP membelah awan dengan suara ritmis yang memekakkan telinga. Di dalam kabin yang mewah dan kedap suara, Michele Lazaro Riciteli duduk dengan tenang. Namun, ketenangannya hanyalah topeng. Di balik kacamata hitamnya, matanya terus mengawasi hamparan kota yang pernah ia kuasai, seolah mencari titik hitam di antara bangunan-bangunan tua yang agung.Sesekali ia menghisap cerutu, membiarkan asapnya memenuhi ruangan kabin. Di sampingnya, Sergio tampak gelisah. Pria itu terus menatap layar tablet dan ponselnya, berkomunikasi dengan jaringan intelijen yang baru saja dibangunkan dari tidurnya."Bos, ada surel prioritas untuk Anda!" Sergio tiba-tiba bergerak, suaranya sedikit meninggi karena urgensi.Michele tidak bergerak. Ia hanya menggerakkan sudut bibirnya sedikit. "Apa kabar terbarunya? Apakah cecunguk itu sudah ditemukan?"Sergio mendekat,
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya