Roma, Italia.Kediaman Don Lazaro Riciteli.Fajar baru saja pecah di cakrawala Roma, namun di dalam kediaman Lazaro Riciteli, atmosfer terasa seberat timah. Kabar mengenai kepulihan George baru saja tiba, namun itu tidak cukup untuk meredakan badai yang sedang bergejolak di benak sang penguasa tua."Tuan Muda sudah mulai stabil. Dokter Arian sedang menjahit lukanya dan memantau kondisinya secara intensif." Ernesto membungkuk dengan hormat, suaranya gemetar oleh kelelahan dan rasa takut yang masih tersisa. Setelah Lazaro mengibaskan tangan dengan gerakan abai, pelayan tua itu segera menghilang di balik pintu mahoni."Sepertinya kita perlu menambah unit pengawal lagi untuk melindungi George. Roma tidak lagi aman untuknya," suara itu berat dan berwibawa, memecah kesunyian ruangan.Carlo Matius Riciteli. Pria itu baru saja menginjakkan kaki di Roma setelah perjalanan panjang. Wajahnya yang tegas menyimpan kesedihan yang mendalam. Seharusnya ia menemui keponakannya, George, namun sang Ra
Huling Na-update : 2026-03-05 Magbasa pa