"Tiga tahun aku melayani AXIS. Aku rela kau perlakukan seperti alas kaki, Orlando. Namun, aku tidak akan membiarkanmu menelan organisasi ini seorang diri," desis Maxi. Suaranya serak, ditekan oleh amarah yang membara di balik topeng peraknya. Jari telunjuknya sudah menempel pada pelatuk revolver, siap meledakkan kepala pria di depannya.Orlando, sang pemilik topeng emas, hanya menyeringai. Ia tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. "Kau melakukan semua pengabdian itu karena kau punya agenda pribadi, bukan? Jangan berpura-pura setia, Max. Kita berdua tahu siapa kau sebenarnya."Maxi mempererat cengkeramannya. "Apa pun misiku, itu tidak merugikan AXIS!"Orlando tertawa rendah, sebuah tawa yang merendahkan. Tangannya bergerak tenang, menekan ujung ballpoint perak di saku jasnya—sebuah sinyal tersembunyi. "Kau tidak akan mendapatkan apa-apa dari tempat ini, anjing kecil.""Apa?"BRAK!Pintu ganda ruang rapat itu didobrak. Belasan bodyguard bersenjata lengkap merangsek masuk, moncong sen
Last Updated : 2026-01-22 Read more