“Iya. Jadwal rotasi.” “Dokter siapa yang ditugaskan bersama kamu?” tanya Abra, menatap sang istri dalam-dalam. “Sama dr. Ezra.” Hening sesaat, lalu Abra menyemburkan tawa sinis. Tangannya yang tadi mengusap punggung Serayu perlahan berhenti bergerak. Serayu langsung mendongak sedikit, memperhatikan wajah suaminya. Dan benar saja, tatapan itu berubah datar sekali. “Mas…,” panggil Serayu hati-hati. “Berapa hari?” “Hanya beberapa hari minggu ini.” “Puskesmas mana?” Serayu menyebutkan namanya, yang letaknya jauh dari kota. Lalu ia buru-buru menambahkan, “di sana tim. Saya juga nggak sendirian.” “Saya tidak izinkan.” “Nggak minta persetujuan, Mas. Saya hanya memberitahu saja.” Serayu bangkit dari pangkuan Abra lalu merangkak ke tengah kasur. Ia segera masuk ke dalam selimut, memunggungi suaminya. Abra memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya ikut naik ke atas ranjang. Ia menyusul istrinya yang masih diam membelakanginya. “Saya antar kamu ke sana,” ujar A
Read more