Kopi di tangan Mateo tumpah, menciptakan genangan hitam di meja kayu. Bukan karena tangannya bergetar, tapi karena jiwanya yang mendadak beku. Pesan singkat itu, seringai Margaretha yang masih terbayang, dan kedipan lampu mobil di seberang jalan, semuanya menyatu menjadi melodi kematian yang sunyi. Ia tahu betul apa arti "tarian" dalam kamus mereka. Itu bukan dansa romantis, melainkan tarian peluru, pengkhianatan, dan darah.Mateo mengepalkan tangan, kuku-kukunya memutih. Dulu, ia adalah seorang fixer ulung, spesialis penghilang jejak dan pemutarbalikkan fakta bagi klien-klien kakap. Jangkar adalah istilah untuk orang yang bisa menjaga kapal tetap tenang di tengah badai, atau, dalam kasusnya, menjaga informasi tetap terkunci. Tapi ia sudah pensiun, memilih aroma kopi daripada bau mesiu. Pandangannya menyapu kafe. Lampu gantung kuning di sudut bar masih menyala, paradoks kesunyian yang menipu. Pintu utama, terlalu lebar dan terlalu berat. Jendela-jendela besar di depan, tembakan mudah
Terakhir Diperbarui : 2025-12-26 Baca selengkapnya