Serena tersentak keras ketika tangan Vivian menancap pada rambutnya dan menariknya dengan kasar. Kepalanya terentak ke belakang, dan tubuhnya terhuyung sebelum terseret paksa.“A–AHH!! Vivian! Lepaskan!!” Serena meronta, kedua tangannya mencoba menahan cengkeraman itu, tapi Vivian menariknya semakin kuat.Setiap langkah seretan membuat punggung dan lengannya tergores tanah keras, batu-batu kecil menusuk kulitnya hingga ranting tajam mengiris betis dan lengannya. Daun-daun kering ikut menempel di tubuhnya, lutut Serena sempat terpelanting dan menyeret banyak lumpur serta pasir.Namun Vivian tidak menunjukkan sedikit pun belas kasihan. Tarikannya penuh dendam, tangan yang menggenggam rambut Serena tidak goyah sama sekali. “Kenapa? Sakit?” Vivian menunduk sedikit, suaranya penuh kepuasan gelap. “Bagus. Rasakan, bahkan belum seberapa dibanding apa yang aku rasakan selama ini.”Serena menggertakkan giginya, matanya berkaca-kaca.“Aku, aku tidak pernah merebut Steave darimu! Aku bahkan tid
Terakhir Diperbarui : 2026-01-11 Baca selengkapnya