Pagi itu, matahari baru saja menyelinap lewat tirai kamar, namun suasana di dalam kamar utama tidak setenang biasanya.Serena berlutut di depan wastafel kamar mandi, tubuhnya gemetar hebat. Kedua tangannya mencengkeram pinggiran wastafel sebagai penyeimbang, sementara mulutnya terus memuntahkan isi perutnya yang nyaris tak tersisa. “Serena.” Suara Steave terdengar penuh kecemasan.Ia berdiri tepat di samping istrinya, satu tangannya menahan bahu Serena agar tidak roboh, sementara tangan lainnya dengan lembut mengusap punggungnya berulang-ulang. Wajahnya menegang dengan alis yang bertaut, jelas sekali ia tidak tenang melihat kondisi Serena seperti itu.Serena kembali terbatuk kecil, lalu muntahan ke luar lagi, hingga akhirnya hanya rasa asam yang tersisa. Ia terengah lelah, tubuhnya seperti kehilangan tenaga.Steave langsung menunduk sedikit, mendekatkan wajahnya. “Cukup, jangan dipaksa lagi,” ucapnya lembut meski suaranya tetap cemas. Serena perlahan menutup mulutnya, mencoba mengat
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya