Sepanjang acara berlangsung, tangan Steave tidak sekali pun melepaskan genggaman Serena. Seolah ia ingin memastikan istrinya benar-benar ada di sisinya. Setiap kali Serena melangkah, Steave menyesuaikan ritmenya. Saat Serena tampak melamun, jemari pria itu mengencang sedikit, memberi isyarat tanpa kata. Aula utama perusahaan Whitmore malam itu dipenuhi para tamu dari kalangan elite bisnis, mitra internasional, hingga petinggi keluarga besar Whitmore berbaur dalam percakapan forml sekedar basa-basi. Bagi Serena, acara ini tidak lagi menyenangkan. “Minumlah sedikit,” bisik Steave sambil menyodorkan gelas. “Kamu tampak pucat, Sayang.” Serena mengangguk dan menerima gelas itu. Ia menyesap perlahan, berusaha menenangkan dirinya. Tak lama kemudian, seorang pria mendekat. “Paman Steave,” sapa Ethan. “Acara ini sangat mengesankan.” Steave menoleh. “Ternyata kau menyempatkan diri untuk datang.” “Tentu saja. Aku harus tahu seluk beluk perushaan utama kan?” goda Ethan denga
Terakhir Diperbarui : 2026-01-04 Baca selengkapnya