Keesokan paginya, Marieana sudah siap pergi kembali ke Yards. Gadis itu berjalan keluar dari dalam rumah, membawa tas kulit besar berwarna cokelat. Dengan balutan mantel banget berwarna putih, dan rambut panjangnya yang digerai, Marieana berjalan ke arah teras di mana Maxim berada di sana. "Selamat pagi, Paman," sapa Marieana pada pria itu. Maxim menatapnya dalam, pria itu tersenyum tipis dan berjalan mendekatinya. "Kau sudah berpamitan dengan suamimu?" tanya Maxim, ia merapikan syal abu-abu yang Marieana pakai. Gadis itu tersenyum tipis. "Aku rasa, dia juga tidak akan peduli sekalipun aku pamit," jawabnya. Maxim mengulurkan tangannya mengusap pipi Marieana yang terasa hangat dan lembut. "Aku tidak bisa mengantarkanmu ke stasiun. Ada meeting penting pagi ini," ujar Maxim mengelus pipi Marieana. "Heem. Tidak masalah, Paman. Aku bisa pergi sendiri," jawabnya tersenyum manis sambil memegang tangan Maxim yang menyentuh pipinya. Maxim terdiam dan tidak berekspresi. Gadis d
Last Updated : 2025-11-19 Read more