AUTHOR POVEaston menatap layar telepon genggamnya. Suara panggilan telepon itu terus berbunyi."Kenapa tidak diangkat?" Iris memberanikan diri berkata sambil melirik antara gadget di tangan Easton dan wajah pria itu.Mengganggu saja, batin Easton sambil menghembuskan nafas, lalu dengan enggan mengangkat panggilan itu. Bagaimana pun Emberly adalah sekertarisnya. "Ya, Emberly?" "Easton… aaahhh… Tolong aku… sakit sekali…" Terdengar suara rintihan Emberly dari seberang sambungan telepon.Wajah Easton berubah serius. "Emberly, ada apa denganmu?"Iris juga melihat perubahan wajah Easton. Diam-diam ia menghela nafas dan berpikir seperti dugaannya, Easton akan langsung menaruh perhatian penuh pada kekasihnya itu hanya dengan sebuah panggilan telepon."Easton, aku… taksiku kecelakaan… tolong aku Easton, aaahhh… sakit sekali…" Emberly merintih dengan tersedu-sedu.Mendengar Emberly mengalami kecelakaan, ekspresi wajah Easton menjadi khawatir. "Dimana kamu? Bagaimana keadaannmu? Sudah h
Last Updated : 2026-05-08 Read more