Selene cukup terkejut dengan ucapan Morvena itu. Ia menatap wanita berambut merah yang kini tersenyum seolah taruhan itu hanyalah permainan ringan, bukan sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang.“Bagaimana?” tanya Morvena sekali lagi, nadanya ringan, penuh keyakinan.Selene terdiam sesaat. Ada banyak hal yang bisa ia katakan, amarah, sindiran, bahkan tantangan. Namun semua itu terasa melelahkan. Terlalu murah untuk harga dirinya.“Aku tidak ingin menyia-nyiakan diriku,” ucap Selene akhirnya, suaranya tenang namun tegas, “pada sesuatu yang tidak perlu.”Tanpa menunggu reaksi, ia berbalik pergi. Tidak ada tatapan terakhir. Tidak ada kata penutup. Ia melangkah menjauh seolah percakapan itu tak pernah layak mendapat tempat lebih di pikirann
Last Updated : 2026-01-07 Read more