Daisy terkejut. “Melihat… semuanya, Nyonya?”“Ya,” jawab Selene datar. “Aku ingin dia tahu. Aku ingin dia melihat dengan matanya sendiri bagaimana Dirian memilih, bagaimana anak-anakku bereaksi, dan bagaimana aku bersikap.”Ia berhenti sekali lagi, kali ini menoleh setengah, sorot matanya tajam.“Karena hanya dengan begitu,” lanjutnya pelan, “ia akan mengerti satu hal.”Daisy tidak berani bertanya lebih jauh. Ia hanya menunduk dan mengangguk.“Baik, Nyonya.”Selene kembali berjalan, menggandeng Dagny dan Divrio lebih erat. Di dadanya, ada sesuatu yang berdenyut bukan cemburu, bukan amarah semata, melainkan tekad ding
Terakhir Diperbarui : 2026-01-10 Baca selengkapnya