Pintu itu terbuka perlahan, memperlihatkan ruangan yang lebih dalam dan jauh lebih sunyi dari sebelumnya. Grand Duke yang berada di paling depan langsung menghentikan langkahnya, seolah apa yang ia lihat di dalam sana tidak pernah ia bayangkan akan terjadi. Keheningan itu menular begitu saja ke belakang, membuat Jay, Erick, Sig, dan Peter ikut terdiam tanpa sadar.Di dalam ruangan itu Dirian berdiri.Keadaannya tidak rapi. Pakaian yang ia kenakan masih tampak kusut, sisa-sisa perjalanan yang keras masih melekat jelas pada tubuhnya. Namun sikapnya tetap tegak, tidak goyah sedikit pun. Tatapannya lurus ke depan, dingin, tajam, dan penuh tekanan cukup untuk membuat siapa pun yang berhadapan dengannya merasa tidak nyaman.Jay menahan napas tanpa sadar. Erick menegang di tempatnya, sementara Sig dan Peter hanya bisa saling me
Magbasa pa