Halaman kastil itu dipenuhi oleh pergerakan yang nyaris tanpa henti. Para prajurit menyebar ke segala arah, menuruni lorong-lorong sempit, membuka pintu-pintu tersembunyi, bahkan memaksa jalur yang selama ini tidak pernah digunakan.Tidak ada yang berdiri diam, tidak ada yang berani menunda. Perintah Dirian tidak pernah diucapkan dua kali, dan malam ini, semua orang memahami bahwa kegagalan bukan lagi pilihan. Bahkan Lucien, yang biasanya tetap berada di pusat kendali, kini telah turun langsung memimpin pencarian.Wajahnya tegang, langkahnya cepat, seolah ia sendiri tidak ingin memberi ruang bagi kemungkinan terburuk. Jayreth pun demikian. Tidak ada lagi nada santai dalam dirinya, tidak ada lagi komentar ringan. Ia bergerak bersama pasukan, menyisir setiap sudut kastil dengan keseriusan yang jarang terlihat darinya.Namun di te
Magbasa pa