Penjahit itu tak berani membantah.“Baik. Akan saya ganti yang lain,” jawabnya pelan, lalu berbalik meninggalkan kediaman.Tepat saat ia keluar, seorang pemuda lain melangkah masuk dengan santai.“Hei. Ada apa lagi, Kak Ayi?” tanyanya ringan. “Kau suka marah-marah, padahal sebentar lagi ulang tahunmu.”Itu Ming Hyun, sepupunya dari pihak ibu.Qiang Wangyi mendengus pelan."Aku ingin semuanya sempurna sesuai keinginanku. Ini tahun yang istimewa dari tahun-tahun sebelumnya," gerutunya.Ming Hyun tersenyum tipis sambil menggeleng.“Kalau begitu ayo pergi keluar. Di rumah, Ibu selalu melarangku minum.”Perlahan, wajah jengkel Qiang Wangyi memudar. Sorot kesal di matanya digantikan oleh seringai kecil. Kebosanan yang menumpuk sejak pagi akhirnya menemukan jalan keluar.“Ide bagus,” jawabnya singkat. “Aku juga sedang bosan.”Tanpa menunggu lama, Qiang Wangyi segera meraih jubah hitam yang tergantung di dekat pintu.Dengan langkah cepat, dua pemuda itu keluar diam-diam dari kediaman. Berusah
Last Updated : 2025-12-20 Read more