“Sebenarnya apa yang terjadi, Putri?” tanya Xin Yan mencoba memahami isak tangis yang tiba-tiba.Namun, gadis kecil itu tak menjawab. Dia hanya terus menangis tersedu-sedu.Xin Yan menghela napas pelan, menyerah mencari tahu.“Untuk sekarang, mari kita kembali ke kediaman dulu, ya,” ujarnya, berusaha menenangkan.Kemudian mengangkat tubuh ringan Qiang Suli dalam pangkuannya. Dan berjalan menuju kediaman Putri.Sesampainya di kamar, Xin Yan dengan lembut mendudukkan Qiang Suli di tepi ranjang. Dan berjongkok di hadapan gadis kecil ituTangannya mengusap wajah Qiang Suli yang masih basah oleh air mata.“Kenapa anda menangis, Putri?” tanyanya lagi, lebih lembut.Tangisan Qiang Suli perlahan mulai mereda, berganti dengan helaan napas yang dalam dan tidak stabil. Dia lebih tenang, menatap Xin Yan, seolah menimbang-nimbang sesuatu.“Xin Yan,” ucapnya, kini bersuara. “Kalau kau tahu cara menghentikan bencana di Kekaisaran, apa kau akan mengorbankan apa pun?”Xin Yan mengerjapkan mata. Terkej
Last Updated : 2025-12-14 Read more