Qiang Rui dan Qiang Shen, adik-adik Qiang Jun, mendekat dan berdiri di sampingnya."Kakak ipar pasti bisa melewatinya," ujar Qiang Rui meyakinkan, menepuk pundak kakaknya memberi semangat.Qiang Shen ikut menambahkan, "Iya, Kak. Tenang saja. Semua akan baik-baik."Qiang Jun hanya mengangguk lemah, matanya masih tertuju pada pintu kamar.Tak lama kemudian, Qiang Suli kembali dengan membawa ramuan. Tanpa banyak bicara, ia langsung masuk kembali ke kamar. Wajahnya serius, penuh konsentrasi.Waktu berputar terasa berabad-abad bagi Qiang Jun. Ia mondar-mandir, sesekali menarik rambutnya frustrasi. Keluarganya hanya bisa diam, ikut mencemaskan keadaan di balik pintu.Akhirnya, suara tangis bayi terdengar memecah keheningan."Oeek! Oeek!"Semua yang menunggu langsung berdiri tegak, wajah tegang berubah menjadi harap-harap cemas. Beberapa waktu setelah suara bayi itu terdengar, pintu kamar terbuka. Salah satu tabib keluar dengan wajah berseri."Selamat, Yang Mulia! Seorang pangeran lahir denga
Last Updated : 2026-03-03 Read more