Sementara itu, di kediaman permaisuri. Sejak pagi tadi, Ming Yue tak bisa lepas dari suaminya yang terbaring di tempat tidur."Jun, lepaskan dulu pelukanmu, ya. Ada pekerjaan yang harus kulakukan," pinta Ming Yue untuk ke sekian kalinya.Namun pria itu makin mengeratkan pelukannya di pinggang istrinya. "Nanti saja. Perutku masih tak nyaman, kepalaku juga pening.""Sudah kubilang, minum eliksir yang kubuat, ya," usul Ming Yue.Qiang Jun menggeleng cepat. Dia mendongak dengan tatapan sayu. Wajahnya sedikit pucat dan lesu."Tidak mau. Aku hanya butuh istriku di sini," balas Qiang Jun bersikeras. Dia memang sudah lama menolak untuk menerima eliksir dari istri atau putrinya. Dia hanya meminum obat herbal dari tabib.‘Tapi jika sikapnya terus begini, lama-lama aku jadi kesal,’ pikir Ming Yue, mencoba tetap bersabar."Jun, kalau kau tak mau minum eliksir, biarkan aku keluar. Kau tidak bisa menempel padaku seperti ini," ucapnya sedikit mengomel.Perlahan, Qiang Jun menghembuskan napas lalu me
Last Updated : 2026-02-19 Read more