"Hei, Nona. Di mana kau bertemu dengannya? Bisa kau ceritakan?" Qiang Rui beralih bertanya pada Jing Ai.Jing Ai ragu untuk menjawab. Dan Qiang Suli sudah lebih dulu menyela."Sudah cukup, Paman. Jangan menjahili mereka lagi." Gadis itu kemudian menarik kerah leher Qiang Rui.Qiang Suli kini berdiri di hadapan Jing Ai. Bibirnya memaksakan senyuman."Nona, kau mau pulang bersama kami atau dengan Jenderal An? Terserah padamu."Jing Ai tersenyum tipis, menjawab dengan malu-malu."Sebelumnya terima kasih atas tawaran Anda. Tapi, saya merasa tidak enak karena Tuan An sudah jauh-jauh datang ke mari."Qiang Suli mengangguk, langsung paham maksudnya. "Baiklah. Tidak masalah.""Maaf, Putri," balas Jing Ai."Santai saja," sahut Qiang Suli, lalu berjalan menuju kereta kuda di tepi jalan dekat gerbang rumah lelang. "Ayo pulang, Paman. Jangan menggoda istri orang lain."Qiang Rui sedikit tercekik karena tarikan di lehernya. "B-baiklah. Tapi lepaskan dulu, Suli. Uhuk!"Qiang Suli tak mendengarkan,
Last Updated : 2026-02-15 Read more