"Aku suka perempuan, paham?! Apa perlu kubuktikan sekarang?" ujar An Beiye penuh penekanan.Dengan impulsif, pria itu hendak melepas ikat pinggang di pakaiannya. An Rong dan Qiang Ruxia segera menghentikannya."Baiklah. Sudah cukup, Paman. Aku percaya," seru Qiang Ruxia dengan nada jengkel.Ming Yue menutup mulut, mencoba menahan tawa. Sedangkan di sampingnya, Qiang Suli banyak diam sejak tadi.Pria itu mendengus kasar, mengurungkan niatnya. Walaupun dia masih sedikit kesal, tapi dengan cepat bersikap seperti seorang pria."Ekhem!" An Beiye berdehem pelan. "Lebih baik kalian pulang saja. Aku harus pergi kembali ke barak."An Rong mengerutkan alisnya. "Ayolah. Kakak bisa menundanya sehari, kan? Kita temui calon istrimu. Aku sudah bersusah payah mencarinya."An Beiye berkacak pinggang. "Aku tidak pernah memintamu mencarikanku calon istri.""Ini perintah Ibu. Mau sampai kapan kau melajang terus?!" protes An Rong, sedikit menaikkan nada suaranya.An Beiye merengut, namun dalam kepalanya m
Last Updated : 2026-02-09 Read more