"Suli, jangan bercanda."Qiang Jun masih menyangkal. Ia mendekati putrinya, meraih lengannya, dan berbisik pelan hanya untuk mereka berdua. Matanya masih menyisakan amarah, tapi di balik itu ada kekhawatiran seorang ayah."Jika kau terpaksa karena adanya sayembara ini, Ayah bisa membatalkannya untukmu. Yang penting itu bagaimana perasaanmu," lanjutnya.Qiang Suli membalas tatapan ayahnya. Ia melihat keraguan di mata pria itu, juga ketidakpercayaan. Ayahnya benar-benar tidak menyangka.Dengan lembut, Qiang Suli tersenyum tipis. "Karena itu aku menerimanya, Ayah. Aku sungguh-sungguh mencintainya, Ayah. Maaf selama ini menyembunyikannya, karena takut Ayah marah."Qiang Jun terdiam. Seketika, seluruh amarah yang membara seolah padam, berganti dengan keheningan yang membekukan.Pria itu menatap putrinya—putri kecilnya yang dulu selalu ia gendong, yang kini sudah tumbuh dewasa. Tapi sekarang berbicara tentang cinta dengan mata berbinar.'Ayah tak marah padamu. Kau tak salah apa pun,' batinn
Last Updated : 2026-02-26 Read more