Dulu, sentuhan Rendra adalah paksaan — sebuah klaim atas sesuatu yang ia anggap sebagai miliknya. Ia tak peduli pada izin, apalagi kenyamanan. Yang ia tahu, ia menginginkan Elea, dan itu cukup baginya untuk bertindak sesuka hati. Namun, kini semuanya berbeda. Rendra bukan lagi pria yang berdiri di atas kepribadiannya yang tidak bermoral, arogan dan pemahaman tentang kepemilikan yang melenceng. Ia adalah pria yang mulai paham bagaimana caranya mencintai dan cara yang benar untuk menginginkan sesuatu. Jadi, ketika akhirnya Elea memberinya izin, ketika mata perempuan itu perlahan mengangkat dan membalas tatapannya tanpa keraguan, Rendra merasa seluruh kendali yang selama ini ia pasang pada dirinya runtuh begitu saja. Tali tak kasat mata yang menjerat gairahnya akhirnya terlepas, membebaskan setiap hasrat yang selama ini tertahan. Tapi kali ini, bukan karena paksaan, melainkan karena keinginan yang saling bersambut. Rendra perlahan bergerak, menciptakan riak kecil di permukaan air
Last Updated : 2025-11-24 Read more