Beranda / Male Adult / Godaan Ibu Kos Cantik / 372. Kejutan mengancam nyawa

Share

372. Kejutan mengancam nyawa

Penulis: Harucchi
last update Tanggal publikasi: 2026-03-22 13:35:26

“SAYA SUDAH PUNYA FOTO YANG TADI SAYA AMBIL DI HOTEL. Coba lihat ini Mas Dim.” Agus tergesa-gesa mengeluarkan ponselnya.

Dimas dan Jimmy mencondongkan tubuh mereka ke arah ponsel yang disodorkan Agus tepat di tengah-tengah mereka. Dengan sabar, mereka menanti jemari Agus membuka galeri foto. Saat terbuka, tampak sederetan foto yang muncul paling atas adalah foto-foto selife Agus dan Caca di sebuah restoran.

“Anjir lo mau pamer?” Jimmy berseru dengan nada jengkel.

“Eh, bukan! Anu … kebetulan tad
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Godaan Ibu Kos Cantik   372. Kejutan mengancam nyawa

    “SAYA SUDAH PUNYA FOTO YANG TADI SAYA AMBIL DI HOTEL. Coba lihat ini Mas Dim.” Agus tergesa-gesa mengeluarkan ponselnya.Dimas dan Jimmy mencondongkan tubuh mereka ke arah ponsel yang disodorkan Agus tepat di tengah-tengah mereka. Dengan sabar, mereka menanti jemari Agus membuka galeri foto. Saat terbuka, tampak sederetan foto yang muncul paling atas adalah foto-foto selife Agus dan Caca di sebuah restoran.“Anjir lo mau pamer?” Jimmy berseru dengan nada jengkel.“Eh, bukan! Anu … kebetulan tadi memang saya sama Caca makan siang bareng, di … anu. Di Mall tadi.” Agus menggulir layar setengah gugup karena lirikan sinis Jimmy tanpa jeda, hingga akhirnya jarinya menemukan satu hasil gambar yang diambil di lobby hotel. “NAH, INI!”Klik. Agus membuka foto itu. Layar menunjukkan hasil foto dalam satu tampilan penuh. Dimas, Agus dan Jimmy mendekatkan kepala mereka. Ketiganya terdiam sejenak.“Apaan nih? Blur, anjir!” Jimmy berseru lantang.“Waduh.” Agus mengerjap.Dimas mengernyit dan mendara

  • Godaan Ibu Kos Cantik   371. Tongkat suci bersegel

    [ Kalo lo udah bangun, ke kamar gue ya. Gue ada kabar penting. Buruan! ]Kedua alis Dimas bertaut tajam. Kalau sampai Jimmy tidak berani menyampaikan berita itu lewat pesan teks atau telepon, artinya memang ini sesuatu yang benar-benar penting. Dimas menoleh ke arah Karina yang masih terlelap. Napasnya dia hembuskan perlahan. Sebelum bangkit dari kasur, Dimas menyempatkan diri merapatkan selimut yang menaungi tubuh polos Karina. Gegas dia membersihkan diri lalu pergi ke kamar sebelah.Di depan pintu kamar Jimmy, Dimas melirik smartwatch yang melingkari pergelangan tangannya. Pukul tiga sore.Tangannya lalu terangkat untuk mengetuk daun pintu kamar Jimmy.“Jim. Lo di kamar?”Tok! Tok! Tok!Tak berselang lama, terdengar suara hentak langkah yang mendekat. Lalu pintu terbuka perlahan. Jimmy dengan rambut berantakan, mata sipitnya yang makin menyipit, juga dengan kaos oblong tipisnya yang kusut tak disetrika, menongolkan badan dari balik pintu.“Lama banget lo. Gue sampe ketiduran.” ucap

  • Godaan Ibu Kos Cantik   370. Buang di luar

    Dimas membiarkan Karina bergerak di pangkuannya. Jantungnya bertalu dengan tempo memburu. Keringat membulir tipis di pelipisnya. Hingga, tangan wanita itu bertumpu di pundak.“Kamu ….” Dimas mencoba mengatur napas, menahan erangan sekaligus menyesapi pijatan lembut gua milik Karina di bawah sana. “Apa nggak bisa sabar … menunggu sebentar lagi, Kar?” Karina mendesah kecil. Napasnya tak beraturan. Wanita itu berhenti sebentar. Kepalanya digelengkan. “Nggak bisa. Kebayang terus.”Dimas mengernyit, lalu mengarahkan wajah Karina agar menatap wajahnya. “Kebayang?”Karina mengerjap, tampak kewalahan untuk memilih fokus ke pertanyaan Dimas atau ke sensasi di bawah perut yang membuatnya melayang. Setelah terdiam sesaat, wanita itu mendekatkan wajahnya pada Dimas. “Kebayang kamu. Di dalam aku. Kayak gini.” Karina kembali menggerakkan badannya. Lebih cepat. Gundukan kenyal di dadanya naik turun mengikuti gerakan yang dia bentuk. Dimas tak melewatkan momen, tangannya memijat pelan bagian lembut

  • Godaan Ibu Kos Cantik   369. Masih mau lanjut pijat?

    "Kalau aku yang pijat, aku nggak jamin kamu bisa tidur nyenyak setelah ini, Kar.” Dimas membalikkan badan menghadap Karina. Wanita itu tertawa kecil, lalu melatakkan kedua tangannya di atas pundak Dimas.“Sejak awal aku memang nggak berniat tidur siang, Dim.” Karina berbisik dengan senyum lembut yang samar, menyiratkan godaan. Suaranya jernih namun sarat akan undangan.Dimas menelan ludah. Rasa pening akibat mendengar kabar dari Jimmy tadi seolah menguap, digantikan oleh debar yang jauh lebih kencang di dadanya. Perlahan, Dimas menggerakkan tangannya ke bahu Karina. Jemarinya meraba tekstur kain piyama wanita itu sebelum akhirnya menyentuh kulit lehernya yang hangat.“Oke. kamu yang minta ya.” gumam Dimas. Matanya kini terpaut pada kulit mulus Karina yang bagian dadanya hampir separuh terbuka. Napasnya mulai memburu. Agar lebih nyaman, Dimas pindah ke belakang tubuh Karina. Pria itu mulai memijat perlahan pundak sang wanita. Dia berusaha fokus pada otot-otot yang tegang. Namun setap

  • Godaan Ibu Kos Cantik   368. Bakat pijat

    Dimas menatap layar ponselnya yang menunjukkan panggilan ke nomor Agus tak terjawab.Pesannya sejak tadi juga belum dibalas.Setelah sebuah hembusan napas berat, Dimas menekan tombol untuk melakukan panggilan ke nomor Jimmy.Hanya dalam hitungan detik, nada sambung di seberang bersambut suara bernada tinggi khas Jimmy.“Halo.” “Halo, Jim? Gimana di sana?” Dimas merasakan Karina yang sejak tadi memijat pundaknya dari belakang tiba-tiba bersandar total. Kedua tangan wanita itu kini melingkari lehernya dari belakang sambil wajahnya merapat ke satu sisi wajah Dimas.“Agus kayaknya marah, Dim. Soalnya … Caca jadi salah paham sama dia.”Dimas mengerutkan kening. “Caca salah paham gimana?” “Tadi itu, Agus kepergok waktu ngambil foto cowok yang lagi sama Nita. Blitz-nya nyala, anjir.”Dimas memejamkan mata erat, tangannya menepuk dahi hingga terdengar suara ‘plak’ nyaring.“Terus Agus di mana sekarang? Masih sama lo di situ?”“Nggak. Tadi dia ngejar Caca. Caca juga kayaknya balik duluan. Gu

  • Godaan Ibu Kos Cantik   367. Tertangkap basah

    [ Dimas : Agus lo keluar dari kamar itu sekarang! ]Agus mendongak, menatap Nita yang kini menatapnya tajam.“Siapa?” Nita melipat lengan di depan dada. “Dari Dimas?”Buru-buru Agus menggelengkan kepala. “Bu-bukan Mbak! Ini … iklan dari operator!” bantahnya. Namun wajah panik Agus sama sekali tidak bisa berbohong.“Bilang apa dia?” Nita bertanya dengan nada dingin. Wanita itu bangkit dan berjalan mendekat. Sontak Agus beringsut mundur. “Mbak Nita.” Agus menggeser badannya, jaraknya semakin menjauhi Nita. “Saya tadi ambil foto benar-benar untuk memastikan kalau orang tadi teman saya atau bukan Mbak. Saya bukannya mau berniat mengambil foto Mbak Nita. Saya minta maaf kalau Mbak Nita jadi salah paham.”“Kenapa kamu sebegitu ingin tahunya? Kalau memang dia temanmu lalu kamu mau apa?” Nita berhenti mendekati Agus yang semakin menjauh. Bruk!Punggung Agus menabrak jendela kaca yang dilapisi gorden. Bibirnya mencebik dengan suara rintihan tangis yang dibuat-buat. ‘Harus gimana aku ini?’“

  • Godaan Ibu Kos Cantik   99. Janji Dimas

    [ Dimas : Malam ini, aku nggak ada meeting apa pun. Aku tunggu. ]Karina membaca pesan terakhir yang dikirim Dimas. Matanya yang berair masih mengilatkan binar kecewa. Walau, jauh di dalam hati, luka yang menganga seperti baru dijahit kembali. Ada rasa hangat yang perlahan menyisip, membuatnya mera

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Godaan Ibu Kos Cantik   109. Sepuluh Miliar di tangan!

    Langit bersemburat jingga ketika Dimas memasuki balkon belakang, hendak mengambil jemuran kering. Saat pintu digeser, sosok pria kurus dengan rambut ikal dan kacamatanya yang khas tampak sedang mengambil cuciannya yang digantung di tali jemuran.Agus. Sudah berapa lama sejak terakhir dia bertemu A

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Godaan Ibu Kos Cantik   114. Aku akan lunasi hutangmu

    Jantung Dimas berdebar menanti jawaban Karina. Matanya menyorot tajam, sebuah reaksi waspada akan jawaban Karina—yang tampaknya akan menentukan hidupnya ke depan. Apakah nantinya dia harus pindah, atau justru tetap tinggal di kosan itu. Walau, meski dia tinggal, tetap saja tak men

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Godaan Ibu Kos Cantik   102. Kembali berdebar

    “Ibu Karina, pasangan Pak Reno Wijaya?” suara perawat yang memanggil dari ambang pintu ruang poli terdengar nyaring menggema. Dimas menegakkan punggung, bangkit dan membungkuk perlahan. Walau tanpa menoleh pun, dia yakin, Rachel di belakang pasti tengah menatap penuh curiga ke arahnya.Satu tangan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status