Sore itu, klinik Dokter Asri berdenyut dengan energi riang yang menggemaskan, lebih mirip taman kanak-kanak dadakan daripada tempat penyembuhan. Deru tawa cempreng, jeritan kecil, dan obrolan para orang tua berpadu dengan aroma antiseptik yang khas. Di tengah hiruk pikuk itu, Lidya bergerak dengan anggun, sesekali membungkuk untuk menyentuh kepala seorang anak atau menyerahkan mainan. Ia sedang membantu Dokter Asri merawat pasien-pasien kecil mereka, sebuah tugas yang, entah kenapa, terasa begitu menenangkan baginya. Jauh sekali dari intrik rumah sakit, jauh dari pikiran-pikiran kalut tentang Bima, Kevin, dan semua kekacauan dalam hidupnya."Obat batuknya jangan lupa diminum teratur, ya, Sayang," ujar Lidya dengan senyum lembutnya yang seperti menghipnotis, kepada seorang pasien balita yang bersembunyi di balik kaki ibunya. Jemarinya yang ramping mengusap lembut kepala anak itu. Aura keibuannya begitu kental, membuat anak-anak dan bahkan orang tua merasa nyaman di dekatnya.Tepat sete
Last Updated : 2025-11-19 Read more