Ruang kunjungan penjara itu terasa pengap dan lembab, aroma disinfektan bercampur bau apak khas gedung tua. Pendingin ruangan bekerja samar, lebih seperti sekadar formalitas ketimbang berfungsi mendinginkan. Di balik kaca tebal, wajah Surya Baskara Hardiwan tampak merosot. Bahunya melengkung, sorot matanya yang dulu begitu mendominasi kini terlihat letih, namun, ada bara yang belum padam di dalamnya, bara yang siap melahap siapa saja yang berani mendekat.Di sisi lain meja, berhadapan dengannya, Rukmana duduk dengan gaya angkuhnya yang tak pernah pudar, meskipun situasinya kini sangat berbeda. Jari-jemarinya yang penuh cincin bertahta permata itu mengetuk-ngetuk meja laminated dengan irama tidak sabar. Di sampingnya, Raditya, sang tangan kanan yang setia, duduk tegak dengan wajah tegang, menyerap setiap gerak-gerik dan perkataan Surya. Suasana di antara ketiganya mencekam, dipenuhi kemarahan yang tertahan.“Kalian lihat sendiri bagaimana keadaanku sekarang, kan?” Suara Surya terdengar
최신 업데이트 : 2026-02-20 더 보기