Saat pintu dibuka terlihat awalnya seperti kamar biasa, di mana ada ranjang, sofa, serta meja dan kursi berikut lemari yang tinggi menjulang. Carter menekan sisi lemari dan ada sebuah pintu yang membuka. “Ayo, masuk!” Ia mengajak Khaelia. Dengan sedikit bingung Khaelia mengikuti langkah Carter, dibuat terkejut saat melihat apa yang ada di ruangan. Ranjang beralaskan hamparan bulu lembut, kursi goyang, dan satu lemari kaca berisikan benda-benda dengan bentuk yang aneh. Carter menghampiri lemari, membuka pintunya dan mengeluarkan satu cambuk pendek dengan ujung lancip. “Kamu tahu ini apa?” “Cambuk.” “Benar, kalau ini?” Satu benda panjang dengan ujungnya menyerupai telapak tangan dijulurkan, Khaelia menatap bingung. “Pemukul?” “Ini?” “Borgol?” Beragam benda-benda ditunjukkan oleh Carter dan membuat pikiran Khaelia terbuka. Semua yang ada di ruangan ini berhubungan dengan sex, dari mulai ranjang, alat-alat serta cambuk. Ia tidak menyangka kalau Carter ternyata mempunyai
Read more