Share

BAB 23

Author: LucioLucas
last update publish date: 2025-10-25 08:00:10

Semua pelayan yang bekerja di sini memakai seragam hitam dengan celemek dan penutup rambut putih. Mirip seperti pelayan yang dilihat dalam gambar-gambar komik. Rupanya dunia yang megah memang ada di Devil Town, hanya saja dirinya terlalu lugu, polos, dan kuper hingga kurangnya pengetahuan. Khaelia tidak akan kaget seandainya ada kebun binatang di belakang rumah. Entah apa yang ada dalam pikirannya, tanpa sadar membuat Khaelia tersenyum. Ia menunggu nyaris sepuluh menit dan tidak ada

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 72

    “Carter, sekarang bukan jam kerja.”Carter meraih lengan Khaelia dan membawanya pergi. “Siapa bilang kalau mengobrol harus di jam kerja?”“Tapi—”Emima tidak ada kesempatan membantah melihat Carter meraih lengan Khaelia dan membawanya pergi. Ia mengernyit, sedikit heran dengan sikap Carter yang tidak seperti biasanya. Mulai kapan sepupunya itu menjadi begitu posesif dengan seseorang. Khaelia memang sekretarisnya, tapi sekarang sedang berpesta. Bukankah seharusnya membiarkan Khaelia menikmati keramaian? Kenapa malah membawanya pergi?Emima tanpa sadar tersenyum, meraih gelas berisi minuman dari pelayan yang berkeliling. Menyesap perlahan dengan pikiran menerka-nerka. Sikap posesif, pandangan mata yang terpancang, sikap yang kaku ibarat anak kecil yang tidak mengizinkan orang lain mengambil miliknya. Sepupunya berada dalam situasi yang sulit karena perasaan yang begitu ketara.“Bingo! Kena kau, Carter,&

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 71

    Khaelia tidak sadar kalau dirinya menjadi pusat perhatian. Melangkah lambat-lambat karena takut salah jalan atau jatuh, ia menuju ke arah Carter berdiri. Malam ini Carter memakai jas malam dan celana abu-abu yang sedikit mengkilat saat terkena cahaya lampu. Berdiri kokoh sambil tersenyum padanya, Khaelia mengibaratkan dirinya seperti pengantin perempuan yang berjalan di altar dan Carter menunggunya di pelaminan. Tanpa sadar senyumnya menjadi semakin lebar, menyibak kerumunan, dan tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya. Langkah mantap mendekati laki-laki dengan wajah rupawan yang selalu ada dalam hatinya.Beberapa waktu tinggal berjauhan, Khaelia merasa rindu tapi tidak pernah bisa mengungkapkan. Ia juga cemburu pada Joice yang jauh lebih cantik, kaya, dan sepadan dengan Carter. Selalu beranggapan kalau Carter hanya menganggapnya pelampiasan nafsu belaka. Mendekat saat butuh seks, merayu karena ingin bersetubuh, dan membayar untuk setiap sentuhan yang mereka lakukan.

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 70

    “Silakan duduk, mau pesan apa?”Joice menatap minuman Carter. “Sepertinya minumanmu enak.”“Memang, kamu mau ini?”“Tentu, aku ingin coba.”Carter memesan minuman yang sama, mulai menjawab pertanyaan basa-basi dari Joice. Bisa dikatakan kalau dirinya lebih banyak mendengar, bukan karena dirinya laki-laki yang pengertian, tapi memang tidak ingin berbagi rahasia apa pun dengan Joice.“Kenapa kamu diam saja? Apakah merasa bosan? Mau pindah ke bar?”Carter menggeleng. “Tidak, menurutku ceritamu menarik.” Berkilah dengan baik, ia melihat Joice tersenyum.“Beberapa waktu lalu sepupumu datang ke galeriku. Wajah kalian mirip ternyata, tidak heran kalau Emima juga sangat cantik. Dia datang bersama sekretarismu.”“Khaelia? Ke galerimu?” tanya Carter heran.Joice tersenyum kecil, memutar gelas di tangannya. “Aku juga kaget melihat

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 69

    Sudah beberapa hari Carter bekerja sendirian karena Khaelia ke luar negeri mendampingi pengobatan Celila. Ia hanya mengantar dan setelah itu pulang lebih awal. Selama beberapa hari ini ia mengerjakan semua pekerjaan dibantu Bosman. Pematangan investasi baru selalu dilakukan hingga tiba di penghujung tahun dan seperti kebiasaan dari tahun ke tahun, selalu ada rencana untuk mengadakan pesta perusahaan untuk semua karyawan. Carter sudah membuat perhitungan kalau Khaelia akan tiba sehari sebelum pesta diadakan.Carter yakin kalau Khaelia ingin datang ke pesta pertamanya ini. Dari semenjak rencana terbentuk, Khaelia selalu bercerita dan bertanya dengan menggebu-gebu pada Carter, seberapa megah dan meriah biasanya pesta berlangsung. Sayangnya Carter tidak bisa memberikan jawaban pasti karena tidak pernah datang.“Aku menghindari keramaian, tidak terlalu suka berbaur dan berbasa-basi dengan banyak orang. Itulah kenapa banyak pegawai mengira pimpinan tertin

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 68

    “Kalau begitu, kenapa harus ada pernikahan bisnis kalau ujungnya tidak ada cinta?”“Khaelia, dalam dunia kami pernikahan bisnis itu sudah lumrah. Seperti halnya Carlo dan Sofia, aku pun sama. Bulan depan harus ikut kencan buta.”“Kamu mau?”Emima mengangguk. “Harus dicoba setidaknya bertemu sekali. Kalau pun tidak cocok, tidak perlu dilanjut. Apa kamu tahu Carter juga dijodohkan? Anaknya menteri perdagangan, namanya Joice, dan sepertinya mereka sudah pernah bertemu.”Khaelia terdiam mendengar informasi yang baru saja terlontar dari bibir Emima. Siapa sangka kalau Carter ternyata sudah punya calon pendamping. Ia menunduk, menyesap minumannya dalam diam. Mencoba menenangkan dirinya yang menjadi tidak nyaman. Kegembiraan yang baru saja dirasakannya seolah menguap karena kabar soal Carter dan anak menteri perdagangan.“Pasti perempuan itu sangat cantik,” gumam Khaelia perlahan.“M

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 67

    Khaelia memenuhi undangan Emima yang ingin mengajak mengobrol. Minggu malam, mereka bertemu di sebuah fancy restoran. Makan malam dengan nuansa nyaman dan cantik untuk para perempuan. Musik lembut mengalun di stereo dengan percakapan terdengar di berbagai sudut. Para pelayan dengan vest hitam mondar-mandir membawa nampan di tangan. Khaelia yang merasa tidak pernah punya teman akrab sebelumnya merasa senang dengan ajakan Emima. Mereka memesan es kopi dengan krim kental, spageti, serta kue yang cantik. Tadi pagi saat keluar dari rumah Carter, sejumlah uang masuk ke dalam rekeningnya dan membuat Khaelia tersentak kaget. Bagaimana tidak, jumlah uang yang masuk sangat banyak dan mengejutkannya.“Uang ini untuk apa, Tuan?” ia bertanya pada Carter saat tiba di rumah.“Uang jajan. Oh ya, mulai sekarang akan ada sopir yang mengantar jemput untuk bekerja. Kalau sewa rumahmu habis, jangan diperpanjang. Aku punya apartemen yang kosong di dekat k

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 4

    Setelah puas melihat-lihat, ia memutuskan untuk minum teh. Dengan malu-malu duduk di sofa sementara Carter merokok di sudut dekat gazebo. Menyesap tehnya, Khaelia diam-diam menatap profil atasannya. Carter yang ketampanannya tidak seperti manusia pada normal ternyata mempunyai sikap yang ramah. Tid

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 3

    Laki-laki muda dan tampan itu bernama Carter June Solitaire. Tidak banyak yang tahu kalau ia adalah anak kedua dari keluarga Solitaire yang merupakan pemilik saham terbanyak sekaligus pimpinan di Capital Group. Carter yang berambut sehitam arang dan bermata tajam, saat ini sedang memandang seorang

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 2

    Khaelia bergegas mengikuti Bosman menuju lift. Sedikit lega karena bossnya ternyata tidak setua bayangannya. Lobi dalam keadaan masih cukup ramai, ia menduga mereka adalah para pekerja yang sedang lembur. Tanpa sadar Khaelia mengamati Bosman diam-diam dan menyadari kalau kulit laki-laki itu cenderu

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 1

    Warning : Adult roman story 21+Nama kota itu adalah Devil Town, tidak ada yang tahu bagaimana asal muasal nama itu diberikan. Kota iblis yang bagi banyak penduduknya memang perpaduan surga bagi orang kaya dan neraka bagi mereka yang tiak punya apa-apa.Devil Town merupakan kota besar dengan gedung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status