Share

BAB 23

Author: LucioLucas
last update publish date: 2025-10-25 08:00:10

Semua pelayan yang bekerja di sini memakai seragam hitam dengan celemek dan penutup rambut putih. Mirip seperti pelayan yang dilihat dalam gambar-gambar komik. Rupanya dunia yang megah memang ada di Devil Town, hanya saja dirinya terlalu lugu, polos, dan kuper hingga kurangnya pengetahuan. Khaelia tidak akan kaget seandainya ada kebun binatang di belakang rumah. Entah apa yang ada dalam pikirannya, tanpa sadar membuat Khaelia tersenyum. Ia menunggu nyaris sepuluh menit dan tidak ada

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 76

    Sofia mengamati Khaelia dari atas ke bawah, tersenyum kecil dengan tatapan menghina yang tidak terelakkan. Sikap anggun yang melekat padanya luntur karena celaan yang tidak terucap dari bibir. Khaelia mendesah, merasa begitu sulit waktunya untuk menikmati pesta. Ia menyesal untuk niatnya semula yang ingin berbasa-basi dengan pegawai lain. Membuatnya berada dalam kesulitan.“Kamu senang bukan, menjadi pusat perhatian? Gaunmu itu, siapa yang membelinya? Carter?”Khaelia menggeleng. “Bukan, Emima yang memilihkannya untukku.”Sofia menaikkan sebelah alis. “Oh, akrab sama sepupu rupanya. Emima membantu memilihkan gaun, Ernest mengajak dansa. Hebat juga kamu.”Kata 'hebat' yang terlontar dari bibir Sofia membuat Khaelia bergidik. Lebih terdengar seperti celaan daripada pujian. Ingin mengucapkan terima kasih tapi merasa tidak cocok. Apa pun niat Sofia mengajaknya bicara pasti bukan hal baik. Ia bersiap dengan yang terburuk. Be

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 75

    Carter mendengarkan dengan sedikit bosan percakapan orang-orang di sekitarnya. Mereka adalah para orang tua yang terdiri atas paman, bibi, serta saudara jauh yang semuanya terlibat dalam Capital Group. Bisa dikatakan kalau perusahaan mereka adalah milik keluarga. Satu keluarga menjalankan satu atau dua perusahaan, tapi semuanya berada di bawah kepemilikan Capital Group. Tidak heran kalau orang-orang mengatakan pemilik Devil Town adalah keluarga Solitare.“Apa adikmu ada di sini?” tanya Kaspia pada Carter. Sedari tadi berusaha mencari sosok anak bungsunya. “Papa ingin memperkenalkan pada kerabat kita, tapi anak itu selalu melarikan diri.”“Tadi aku melihatnya duduk di sudut, sedang mengobrol dengan sepupu.”Kaspia mendesah, menggeleng kesal menghadapi sikap anak bungsunya yang tidak bisa diajak bersosialisasi. Clovis selalu punya cara untuk menghindari percakapan, seakan bertemu dengan keluarga adalah sebuah aib.

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 74

    Perutnya keroncongan karena sudah berjam-jam tidak diisi makanan. Mendatangi meja prasmanan, Khaelia mengamati makanan yang berjajar. Beberapa booth makanan antreannya mengular. Ia berniat untuk makan camilan untuk mengganjal perutnya sementara menunggu makanan yang lain. Berdiri di depan meja yang penuh dengan cake, pastry, serta beragam makanan manis dengan bingung. Khaelia berniat mengambil roti keju dengan isian moka saat Carlo berdiri di sampingnya. Mendesah dalam hati karena takut akan ada masalah dengan kakaknya Carter yang terkenal dengan temperamen keras serta emosian.“Kamu kenapa di sini? Tidak menemani Carter di ruang VIP?”Khaelia menggeleng, menggigit roti dan mengunyah. Berdecak senang dengan rasa yang legit dan lezat. “Saya kelaparan, tidak sanggup kalau harus menemani Tuan Carter.”“Kamu sekretarisnya. Jangan bilang adikku tidak percaya padamu, makanya tidak mengajakmu ke ruang VIP?”

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 73

    Khaelia berbaur di antara para pegawai sementara Carter berada di ruang VIP dengan para petinggi. Menyapa beberapa orang yang dikenalnya, Khaelia dengan sopan menjawab pertanyaan yang diajukan mereka. Orang-orang itu adalah kelompok yang biasanya menunggu di lobi. Sesekali Khaelia berusaha menghindar meskipun sulit. Sekarang ini ia sedang berbaik hati demi malam tahun baru pertamanya setelah statusnya sebagai anak yatim piatu.Mila tidak berhenti meneror untuk meminta uang. Saat ia tidak di rumah, sepupunya itu berkali-kali datang. Pemilik kontrakan mengatakan terganggu karena ulah Mila yang suka berteriak sambil menggedor pintu. Khaelia berencana untuk segera pindah dan mencari tempat tinggal baru. Ia berniat untuk bertanya pada orang-orang ini barangkali ada tempat murah dan dekat dengan kantor. Sayangnya ia tidak punya kesempatan bertanya lebih detail. Banyak yang penasaran dengannya karena tidak pernah terlihat bekerja tapi akrab dengan Carter, menggunakan kesempatan ini

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 72

    “Carter, sekarang bukan jam kerja.”Carter meraih lengan Khaelia dan membawanya pergi. “Siapa bilang kalau mengobrol harus di jam kerja?”“Tapi—”Emima tidak ada kesempatan membantah melihat Carter meraih lengan Khaelia dan membawanya pergi. Ia mengernyit, sedikit heran dengan sikap Carter yang tidak seperti biasanya. Mulai kapan sepupunya itu menjadi begitu posesif dengan seseorang. Khaelia memang sekretarisnya, tapi sekarang sedang berpesta. Bukankah seharusnya membiarkan Khaelia menikmati keramaian? Kenapa malah membawanya pergi?Emima tanpa sadar tersenyum, meraih gelas berisi minuman dari pelayan yang berkeliling. Menyesap perlahan dengan pikiran menerka-nerka. Sikap posesif, pandangan mata yang terpancang, sikap yang kaku ibarat anak kecil yang tidak mengizinkan orang lain mengambil miliknya. Sepupunya berada dalam situasi yang sulit karena perasaan yang begitu ketara.“Bingo! Kena kau, Carter,&

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 71

    Khaelia tidak sadar kalau dirinya menjadi pusat perhatian. Melangkah lambat-lambat karena takut salah jalan atau jatuh, ia menuju ke arah Carter berdiri. Malam ini Carter memakai jas malam dan celana abu-abu yang sedikit mengkilat saat terkena cahaya lampu. Berdiri kokoh sambil tersenyum padanya, Khaelia mengibaratkan dirinya seperti pengantin perempuan yang berjalan di altar dan Carter menunggunya di pelaminan. Tanpa sadar senyumnya menjadi semakin lebar, menyibak kerumunan, dan tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya. Langkah mantap mendekati laki-laki dengan wajah rupawan yang selalu ada dalam hatinya.Beberapa waktu tinggal berjauhan, Khaelia merasa rindu tapi tidak pernah bisa mengungkapkan. Ia juga cemburu pada Joice yang jauh lebih cantik, kaya, dan sepadan dengan Carter. Selalu beranggapan kalau Carter hanya menganggapnya pelampiasan nafsu belaka. Mendekat saat butuh seks, merayu karena ingin bersetubuh, dan membayar untuk setiap sentuhan yang mereka lakukan.

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 4

    Setelah puas melihat-lihat, ia memutuskan untuk minum teh. Dengan malu-malu duduk di sofa sementara Carter merokok di sudut dekat gazebo. Menyesap tehnya, Khaelia diam-diam menatap profil atasannya. Carter yang ketampanannya tidak seperti manusia pada normal ternyata mempunyai sikap yang ramah. Tid

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 3

    Laki-laki muda dan tampan itu bernama Carter June Solitaire. Tidak banyak yang tahu kalau ia adalah anak kedua dari keluarga Solitaire yang merupakan pemilik saham terbanyak sekaligus pimpinan di Capital Group. Carter yang berambut sehitam arang dan bermata tajam, saat ini sedang memandang seorang

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 2

    Khaelia bergegas mengikuti Bosman menuju lift. Sedikit lega karena bossnya ternyata tidak setua bayangannya. Lobi dalam keadaan masih cukup ramai, ia menduga mereka adalah para pekerja yang sedang lembur. Tanpa sadar Khaelia mengamati Bosman diam-diam dan menyadari kalau kulit laki-laki itu cenderu

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 1

    Warning : Adult roman story 21+Nama kota itu adalah Devil Town, tidak ada yang tahu bagaimana asal muasal nama itu diberikan. Kota iblis yang bagi banyak penduduknya memang perpaduan surga bagi orang kaya dan neraka bagi mereka yang tiak punya apa-apa.Devil Town merupakan kota besar dengan gedung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status