Share

BAB 23

Penulis: LucioLucas
last update Tanggal publikasi: 2025-10-25 08:00:10

Semua pelayan yang bekerja di sini memakai seragam hitam dengan celemek dan penutup rambut putih. Mirip seperti pelayan yang dilihat dalam gambar-gambar komik. Rupanya dunia yang megah memang ada di Devil Town, hanya saja dirinya terlalu lugu, polos, dan kuper hingga kurangnya pengetahuan. Khaelia tidak akan kaget seandainya ada kebun binatang di belakang rumah. Entah apa yang ada dalam pikirannya, tanpa sadar membuat Khaelia tersenyum. Ia menunggu nyaris sepuluh menit dan tidak ada

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 74

    Perutnya keroncongan karena sudah berjam-jam tidak diisi makanan. Mendatangi meja prasmanan, Khaelia mengamati makanan yang berjajar. Beberapa booth makanan antreannya mengular. Ia berniat untuk makan camilan untuk mengganjal perutnya sementara menunggu makanan yang lain. Berdiri di depan meja yang penuh dengan cake, pastry, serta beragam makanan manis dengan bingung. Khaelia berniat mengambil roti keju dengan isian moka saat Carlo berdiri di sampingnya. Mendesah dalam hati karena takut akan ada masalah dengan kakaknya Carter yang terkenal dengan temperamen keras serta emosian.“Kamu kenapa di sini? Tidak menemani Carter di ruang VIP?”Khaelia menggeleng, menggigit roti dan mengunyah. Berdecak senang dengan rasa yang legit dan lezat. “Saya kelaparan, tidak sanggup kalau harus menemani Tuan Carter.”“Kamu sekretarisnya. Jangan bilang adikku tidak percaya padamu, makanya tidak mengajakmu ke ruang VIP?”

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 73

    Khaelia berbaur di antara para pegawai sementara Carter berada di ruang VIP dengan para petinggi. Menyapa beberapa orang yang dikenalnya, Khaelia dengan sopan menjawab pertanyaan yang diajukan mereka. Orang-orang itu adalah kelompok yang biasanya menunggu di lobi. Sesekali Khaelia berusaha menghindar meskipun sulit. Sekarang ini ia sedang berbaik hati demi malam tahun baru pertamanya setelah statusnya sebagai anak yatim piatu.Mila tidak berhenti meneror untuk meminta uang. Saat ia tidak di rumah, sepupunya itu berkali-kali datang. Pemilik kontrakan mengatakan terganggu karena ulah Mila yang suka berteriak sambil menggedor pintu. Khaelia berencana untuk segera pindah dan mencari tempat tinggal baru. Ia berniat untuk bertanya pada orang-orang ini barangkali ada tempat murah dan dekat dengan kantor. Sayangnya ia tidak punya kesempatan bertanya lebih detail. Banyak yang penasaran dengannya karena tidak pernah terlihat bekerja tapi akrab dengan Carter, menggunakan kesempatan ini

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 72

    “Carter, sekarang bukan jam kerja.”Carter meraih lengan Khaelia dan membawanya pergi. “Siapa bilang kalau mengobrol harus di jam kerja?”“Tapi—”Emima tidak ada kesempatan membantah melihat Carter meraih lengan Khaelia dan membawanya pergi. Ia mengernyit, sedikit heran dengan sikap Carter yang tidak seperti biasanya. Mulai kapan sepupunya itu menjadi begitu posesif dengan seseorang. Khaelia memang sekretarisnya, tapi sekarang sedang berpesta. Bukankah seharusnya membiarkan Khaelia menikmati keramaian? Kenapa malah membawanya pergi?Emima tanpa sadar tersenyum, meraih gelas berisi minuman dari pelayan yang berkeliling. Menyesap perlahan dengan pikiran menerka-nerka. Sikap posesif, pandangan mata yang terpancang, sikap yang kaku ibarat anak kecil yang tidak mengizinkan orang lain mengambil miliknya. Sepupunya berada dalam situasi yang sulit karena perasaan yang begitu ketara.“Bingo! Kena kau, Carter,&

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 71

    Khaelia tidak sadar kalau dirinya menjadi pusat perhatian. Melangkah lambat-lambat karena takut salah jalan atau jatuh, ia menuju ke arah Carter berdiri. Malam ini Carter memakai jas malam dan celana abu-abu yang sedikit mengkilat saat terkena cahaya lampu. Berdiri kokoh sambil tersenyum padanya, Khaelia mengibaratkan dirinya seperti pengantin perempuan yang berjalan di altar dan Carter menunggunya di pelaminan. Tanpa sadar senyumnya menjadi semakin lebar, menyibak kerumunan, dan tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya. Langkah mantap mendekati laki-laki dengan wajah rupawan yang selalu ada dalam hatinya.Beberapa waktu tinggal berjauhan, Khaelia merasa rindu tapi tidak pernah bisa mengungkapkan. Ia juga cemburu pada Joice yang jauh lebih cantik, kaya, dan sepadan dengan Carter. Selalu beranggapan kalau Carter hanya menganggapnya pelampiasan nafsu belaka. Mendekat saat butuh seks, merayu karena ingin bersetubuh, dan membayar untuk setiap sentuhan yang mereka lakukan.

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 70

    “Silakan duduk, mau pesan apa?”Joice menatap minuman Carter. “Sepertinya minumanmu enak.”“Memang, kamu mau ini?”“Tentu, aku ingin coba.”Carter memesan minuman yang sama, mulai menjawab pertanyaan basa-basi dari Joice. Bisa dikatakan kalau dirinya lebih banyak mendengar, bukan karena dirinya laki-laki yang pengertian, tapi memang tidak ingin berbagi rahasia apa pun dengan Joice.“Kenapa kamu diam saja? Apakah merasa bosan? Mau pindah ke bar?”Carter menggeleng. “Tidak, menurutku ceritamu menarik.” Berkilah dengan baik, ia melihat Joice tersenyum.“Beberapa waktu lalu sepupumu datang ke galeriku. Wajah kalian mirip ternyata, tidak heran kalau Emima juga sangat cantik. Dia datang bersama sekretarismu.”“Khaelia? Ke galerimu?” tanya Carter heran.Joice tersenyum kecil, memutar gelas di tangannya. “Aku juga kaget melihat

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 69

    Sudah beberapa hari Carter bekerja sendirian karena Khaelia ke luar negeri mendampingi pengobatan Celila. Ia hanya mengantar dan setelah itu pulang lebih awal. Selama beberapa hari ini ia mengerjakan semua pekerjaan dibantu Bosman. Pematangan investasi baru selalu dilakukan hingga tiba di penghujung tahun dan seperti kebiasaan dari tahun ke tahun, selalu ada rencana untuk mengadakan pesta perusahaan untuk semua karyawan. Carter sudah membuat perhitungan kalau Khaelia akan tiba sehari sebelum pesta diadakan.Carter yakin kalau Khaelia ingin datang ke pesta pertamanya ini. Dari semenjak rencana terbentuk, Khaelia selalu bercerita dan bertanya dengan menggebu-gebu pada Carter, seberapa megah dan meriah biasanya pesta berlangsung. Sayangnya Carter tidak bisa memberikan jawaban pasti karena tidak pernah datang.“Aku menghindari keramaian, tidak terlalu suka berbaur dan berbasa-basi dengan banyak orang. Itulah kenapa banyak pegawai mengira pimpinan tertin

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 7

    Carter mendesah, merasakan hasrat menyerbunya hanya karena teringat Khaelia. Ia harus menyingkirkan semua pikiran buruk kalau ingin Khaelia betah di tempatnya bekerja. Ia kehilangan sekretaris lamanya karena laki-laki muda itu tidak kuat bergadang terus menerus, berganti lagi dengan perempuan dan h

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 6

    Dalam benak Khaelia sedang sibuk memikirkan pekerjaan di kantor dan tidak peduli dengan perkataan sepupunya. Sudah biasa Mila selalu menentang pendapatnya, seakan menjadi sepupu paling peduli padahal tidak peduli.“Temen-temenku yang sarjana semua kerja di kantor besar. Saat weekend pada ngumpul di

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 5

    Waktu berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah satu bulan Khaelia bekerja dengan Carter. Setiap hari melalui rutinitas yang sama. Membuat kopi, menyusun berkas, melakukan penjadwalan, dan setiap pukul 12 malam keduanya beristirahat 30 menit. Sesekali Carter memanggil pelayan untuk membawa cemila

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 4

    Setelah puas melihat-lihat, ia memutuskan untuk minum teh. Dengan malu-malu duduk di sofa sementara Carter merokok di sudut dekat gazebo. Menyesap tehnya, Khaelia diam-diam menatap profil atasannya. Carter yang ketampanannya tidak seperti manusia pada normal ternyata mempunyai sikap yang ramah. Tid

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status