공유

BAB 21

작가: LucioLucas
last update 게시일: 2025-10-23 08:00:29

Mengantri hampir dua jam untuk layanan yang tidak lebih dari dua puluh menit. Perutnya keroncongan dan memutuskan untuk makan di kedai yang menyediakan beragam olahan mi. Memesan mi bebek goreng dan segelas es teh. Ia sedang makan dengan lahap saat beberapa orang memasuki kedai. Khaelia tidak melihat mereka sampai salah satu dari orang itu meneriakkan namanya.

“Khaelia? Ini kamu? Nggak nyangka ketemu di sini.”

Khaelia mendongak, menatap terkejut pada dua laki-laki da

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 118

    Carlo tersenyum lemah, dengan tangan yang sibuk mengupas udang dan meletakkannya di atas piring kecil. Sementara Sofia masih terdiam, tidak percaya dengan permintaan maaf dari Carlo. Menyesap anggur merah dan mencecap rasanya yang sedikit manis bercampur pahit yang nikmat, Sofia membiarkan Carlo bicara.“Selama kita menikah, aku selalu menyakitimu. Mengabaikan dan tidak peduli denganmu. Sibuk mengejar ambisiku atas nama cinta sejati. Padahal semua yang aku lakukan merusak diriku, merusak pernikahan kita, dan aku yang bodoh ini tidak peduli. Aku melihat CCTV saat Karenia pertama kali memukulmu. Aku juga bicara dengan Khaelia dan ternyata memang Karenia yang memulai pertengkaran. Sofia, kamu pasti tidak bisa membayangkan rasa malu yang bersarang di dada.”“Malu kenapa? Tidak bisa membela perempuan itu?” tanya Sofia dengan tatapan tajam.Carlo tersenyum dan menggeleng lemah. “Bukan itu, aku merasa malu karena tidak melindungimu, Sofia.

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 117

    Sofia sama sekali tidak mengajak suaminya bicara sejak keluar dari kantor polisi hingga di perjalanan. Ia tidak menjawab apa pun pertanyaan Carlo, hingga laki-laki itu terdiam karena kesal. Sofia tidak peduli, sudah ada Carter dan pengacara yang membereskan masalah ini jadi tidak ada lagi yang harus ditakutkan. Ia juga tidak butuh pertolongan Carlo karena tahu kalau perhatian suaminya tidak akan condong ke arahnya. Hatinya sudah terlalu kebas oleh berbagai kekecewaan yang menumpuk. Lebih baik berhenti berharap dan menghadapi kenyataan.Suasana di dalam mobil terasa begitu dingin dan mencekam, seolah oksigen di dalamnya telah menguap habis. Carlo beberapa kali mencuri pandang melalui kaca spion tengah, tetapi Sofia memilih menatap kosong ke luar jendela, menyaksikan gemerlap lampu kota yang mengabur di balik keheningan malam.“Sofia, bisa kita bicara sekarang?” Carlo menahan langkahnya saat tiba di rumah, mencoba meraih jemari istrinya yang terasa sedingin e

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 116

    Seorang laki-laki berkacamata datang, memperkenalkan diri sebagai tunangan Karenia. Tanpa pikir panjang Karenia melemparkan diri dalam pelukan tunangannya.“Sayang, kita selesaikan ini segera. Aku pusing, ingin pulang sekarang.”“Iya, Sayang. Kamu tunggu sebentar. Kita akan selesaikan segera.”Khaelia yang penasaran melirik ke arah Carlo. Ia ingin tahu bagaimana reaksi laki-laki itu saat perempuan yang dicintainya justru melemparkan diri pada laki-laki lain selain dirinya. Khaelia yakin kalau ini bukan hanya soal Carlo sudah menikah, tapi lebih dari ini. Dari awal memang Carlo tidak pernah dicintai, terlalu buta dalam mencinta hingga tutup mata dengan kenyataan.Setelah berunding hampir satu jam, akhirnya tercapai kesepakatan damai. Para pengacara menghadapi beberapa wartawan yang sudah menunggu di luar. Karenia pulang bersama tunangannya, begitu pula Sofia dan Carlo. Khaelia masuk ke dalam mobil Carter, menuju rumah laki-laki itu.

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 115

    Kantor polisi berada di sebuah gedung berlantai tiga yang tidak terlalu besar. Saat ini ada beberapa wartawan yang sudah menunggu di luar. Beberapa pengacara bernegosiasi dengan polisi agar masalah ini tidak membesar. Masalahnya adalah kesepakatan perdamaian tidak tercapai antara Sofia dan Karenia. Sedangkan Khaelia hanya diam, berharap semuanya cepat selesai. Malu saat melihat Carter datang. Tidak menyangka akan terlibat sesuatu yang memalukan seperti ini.Selama menunggu masalah diproses, Sofia tidak hentinya mengoceh. Membuat telinga Khaelia berdenging mendengarnya. Sofia yang duduk berdampingan dengan Khaelia, menatap Karenia yang terpisah dengan mereka.“Sundal itu merasa sudah menang. Lihat saja, ini tidak akan berakhir dengan mudah. Dia menamparku lebih dulu. Akan ada balasan yang jauh lebih kuat nanti!”“Nyonya, bagaimana kalau nanti ada masalah dengan keluarga Solitaire?” tanya Khaelia gugup.Sofia menepuk-nepuk punggung t

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 114

    Carter menatap Corrado penuh tanya. “Apa maksudmu?”“Seorang Carter tidak pernah peduli apa pun, menganggap yang terpenting adalah harta. Ini pertama kalinya aku melihatmu sangat peduli dengan perempuan. Rupanya kamu benar-benar cinta pada Khaelia. Apa kamu enggak takut kebebasanmu akan hilang karena punya pasangan? Pastinya tidak bebas lagi dalam melakukan sesuatu karena terbelenggu norma, bukan? Kalau kamu punya pasangan, pastinya harus setia?”Carter mendengkus keras. “Entah kenapa mendengar kata setia darimu membuatku aneh.”“Memang, karena aku bukan orang setia, makanya memilih tidak berkomitmen. Tadinya aku mengira kamu pun sama, ternyata sungguh di luar dugaan.”“Orang berubah.”“Tapi tidak sedrastis ini. Kamu benar-benar mencintainya, bukan?”Carter mengangguk tanpa ragu. “Memang.”Corrado mengangkat kedua tangan ke udara. “Kalau begitu a

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 113

    Di club, suasana berubah menjadi gelap karena senja baru saja meninggalkan alam dan berganti malam. Tidak ada yang berubah dengan aktivitasnya, bisa dikatakan semakin ramai. Di club, orang-orang berdansa dan mendengarkan musik. Ruang olahraga dipenuhi oleh beragam pengunjung, begitu pula di lounge. Orang-orang kaya yang menghabiskan waktu luang mereka untuk mencari hiburan. Bukan rahasia lagi kalau lantai dua adalah tempat laki-laki yang mencari petualangan seks, termasuk memenuhi fantasi mereka.Seorang laki-laki tua berambut putih dengan tubuh kurus melewati sofa mereka. Carter mengangguk, begitu pula Corrado. Laki-laki itu pun berlalu diikuti oleh beberapa asisten.“Wakil Wali Kota yang patuh dan rajin bekerja. Kamu tahu ke mana tujuannya, Carter?” Corrado memanggil pelayan dan meminta brandy. “Ke lantai dua, bersenang-senang dengan satu perempuan dan satu laki-laki. Dia sudah punya anak cucu, tapi fantasinya ada

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 8

    Khelia sedang melintasi lobi yang hari ini cukup ramai saat ponselnya bergetar. Ada notifikasi yang tidak dikenalnya dan ternyata pemberitahuan uang masuk. Ia terbelalak karena tidak menyangka gajinya akan sebesar ini. Hampir lima kali lipat dari gaji di perusahaan terdahulu. Ia sudah tahu gajinya

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 7

    Carter mendesah, merasakan hasrat menyerbunya hanya karena teringat Khaelia. Ia harus menyingkirkan semua pikiran buruk kalau ingin Khaelia betah di tempatnya bekerja. Ia kehilangan sekretaris lamanya karena laki-laki muda itu tidak kuat bergadang terus menerus, berganti lagi dengan perempuan dan h

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 6

    Dalam benak Khaelia sedang sibuk memikirkan pekerjaan di kantor dan tidak peduli dengan perkataan sepupunya. Sudah biasa Mila selalu menentang pendapatnya, seakan menjadi sepupu paling peduli padahal tidak peduli.“Temen-temenku yang sarjana semua kerja di kantor besar. Saat weekend pada ngumpul di

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 5

    Waktu berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah satu bulan Khaelia bekerja dengan Carter. Setiap hari melalui rutinitas yang sama. Membuat kopi, menyusun berkas, melakukan penjadwalan, dan setiap pukul 12 malam keduanya beristirahat 30 menit. Sesekali Carter memanggil pelayan untuk membawa cemila

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status