"Hmm, sekali lagi terima kasih parcelnya, itu ... besar sekali, Grandma," seru Lira yang sejak tadi tidak bisa memalingkan tatapannya dari parcel buah yang tinggi, lebar, dan terlihat berat itu."Haha, begitulah Grandma. Prinsipnya lebih baik lebih daripada kurang. Dan sepertinya buahnya lebih berat dibanding kau sendiri, Lira," celetuk Lucas santai sambil tersenyum.Lisbeth terkekeh. "Tidak apa-apa. Kalau berat, suruh Raynard yang bawa. Memangnya dia ada gunanya selain memasak?""Grandma!" protes Raynard tidak terima. Rania tertawa kecil. "Raynard memang sering jadi kurir kalau di rumah, Lira. Jadi tidak usah sungkan."Lira yang tadinya masih tegang, perlahan ikut tersenyum. Bahkan tanpa sadar, bahunya yang sempat kaku mulai mengendur. Ia pun duduk di kursinya sambil memeluk Raline bersamanya. "Kami sudah pesan beberapa menu. Kalau ada yang tidak cocok, bilang saja ya," ujar Rania lembut."Iya, terima kasih, Bu," jawab Lira sopan."Rania saja," koreksi Rania sambil tersenyum. "Kita
Baca selengkapnya