Share

Sambutan Hangat

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-04-01 16:00:08

Raynard bangkit dari sofanya dan melangkah perlahan menghampiri Lira.

"Kau sudah selesai?" tanyanya lembut.

Tatapan Lira goyah. "Kau ... kau sudah menunggu berapa lama?"

Senyum Raynard kembali merekah. "Tidak lama, tapi kau yakin sudah selesai? Kalau belum, kau bisa menyelesaikannya dulu, aku bisa menunggumu lagi."

"Tidak usah menunggu lagi, aku sudah selesai. Aku ... maaf aku tidak melihat pesanmu tadi."

Raynard mengangguk. "Tidak apa, Lira. Aku tahu kau sibuk."

Suara Raynard terdengar t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dita Leny Raffiyya
Thor ayo Thor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Sambutan Hangat

    Raynard bangkit dari sofanya dan melangkah perlahan menghampiri Lira. "Kau sudah selesai?" tanyanya lembut. Tatapan Lira goyah. "Kau ... kau sudah menunggu berapa lama?" Senyum Raynard kembali merekah. "Tidak lama, tapi kau yakin sudah selesai? Kalau belum, kau bisa menyelesaikannya dulu, aku bisa menunggumu lagi." "Tidak usah menunggu lagi, aku sudah selesai. Aku ... maaf aku tidak melihat pesanmu tadi." Raynard mengangguk. "Tidak apa, Lira. Aku tahu kau sibuk." Suara Raynard terdengar tetap lembut, seolah pria itu sangat tulus, bukan hanya sekedar basa-basi. Padahal seharusnya Raynard lebih sibuk dari Lira, tapi malah Lira yang membuat pria itu menunggu. "Jadi ... kita bisa pergi sekarang kan?" tanya Raynard lagi. Lira tidak bisa menolak lagi, ia terlalu sungkan. "Hmm, baiklah. Kita ... hanya makan malam kan? Anggap saja ini permintaan maafku karena membuatmu menunggu. Aku ... aku yang traktir." Raynard terdiam sejenak, ia belum memberitahu Lira kalau mereka akan makan mal

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Kesabaran Seorang Pria

    Sebuah mobil melintas menuju ke gedung perusahaan Tanaya Group, tapi langsung melambat saat melewati halte bus. "Siapa itu? Itu Lira yang turun dari bus? Mengapa dia naik bus, bukankah dia membawa mobil perusahaan?" seru Bu Tanaya. Ada Melinda dan kedua orang tuanya di mobil itu. Melinda dan Pak Tanaya sendiri langsung menoleh. Baru saja Melinda akan menyahut, tapi seorang pria turun juga dari bus sampai membuatnya kehilangan suaranya. "Eh, bukankah itu Raynard?" ucap Pak Tanaya kaget. "Dia juga naik bus? Atau dia hanya menemani Lira?" Bu Tanaya terdiam sejenak sambil melirik Melinda. "Astaga, bisa-bisanya dia naik bus juga menemani Lira. Ini ...." Untuk sesaat, semua terdiam lagi, sebelum Bu Tanaya kembali bersuara. "Ya ampun, ternyata memang Raynard yang tergila-gila pada Lira sampai segitunya. Rasanya lega sekali kita sudah membatalkan perjodohan ini. Bagaimana bisa kita menyerahkan anak kita pada pria yang menyukai wanita lain." Pak Tanaya mengangguk. "Ini pilihan yang tep

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menemani Naik Bus

    "Selamat pagi, Ibu! Selamat pagi, Grandma!"Raynard masuk ke ruang makan lebih pagi dari biasanya. Ia mencium kening ibu dan neneknya pagi itu. Ekspresi Camilla tetap dingin, tapi ekspresi Lisbeth sangat bahagia. "Wah, wah, apa yang membuatmu begitu bersemangat pagi ini, Raynard?" seru Lisbeth penasaran. Raynard melirik ibunya. "Tanyakan saja pada Ibu, Grandma. Ibu yang membuatku sangat bahagia." Lisbeth menatap Camilla. "Benarkah itu? Apa yang sudah kau lakukan, Camilla?" "Aku tidak melakukan apa-apa. Raynard saja yang berlebihan, Ibu." "Kalau begitu apa yang membuatmu senang, Raynard? Beritahu Grandma." "Haha, kemarin aku berkencan dengan Lira, Grandma. Dan secepatnya aku akan mengenalkan Lira pada kalian sebagai kekasihku." Mata Lisbeth membulat mendengarnya. "Benarkah itu? Kau sudah merestuinya, Camilla?" "Jangan mimpi! Keluarganya tidak cocok bersanding dengan keluarga Mahendra," sahut Camilla sedingin biasanya. Namun, entah mengapa, ancaman Camilla sekarang terasa seper

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Tindakan Kecilnya

    Lira benar-benar tertegun sekian detik mendengar pertanyaan yang mengejutkan itu. Ia tidak menyangka Raynard akan begitu agresif dan mengajaknya berciuman. Namun, Lira masih waras. "Jangan gila, Raynard!" Lira mendorong Raynard menjauh. "Aku wanita baik-baik dan aku bukan wanita yang bisa diajak berciuman pada kencan pertama." Raynard kembali tertawa. "Aku tahu kau wanita baik-baik. Aku tidak akan salah pilih." Lira menahan napasnya sejenak mendengar kata tidak salah pilih, tapi ia tidak mau menanggapinya lagi. "Hmm, aku sudah tidak mau nonton, aku mau keluar saja. Kalau kau masih mau menonton, nonton saja, aku pulang duluan." Lira segera bangkit dari kursinya dan tanpa menunggu jawaban Raynard, ia pergi keluar dari gedung bioskop. Raynard sendiri masih tertawa, tapi ia bergerak cepat menyusul Lira keluar dari sana. "Hei, kau berjalan cepat sekali, Lira!" Raynard akhirnya berlari kecil untuk menyusul Lira. "Mengapa kau mengikuti aku? Kau tidak menonton?""Kalau kau tidak nonto

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Mencoba Berciuman

    Makan malam itu dihabiskan oleh Lira dengan cepat tanpa banyak bicara lagi. Ia menolak makan dumpling lagi dan memilih menghabiskan pangsit kuahnya. Raynard juga memesan dua menu lainnya dan Lira tidak menyentuhnya sama sekali saking tegangnya. "Kau terlihat kelaparan, Lira, makanlah ayam dan sayur tumis ini. Habiskan saja!" seru Raynard yang tetap santai. Sejak tadi ia mengunyah sambil menatap Lira yang makan dengan cepat seperti orang kelaparan. "Hmm, aku sudah kenyang, aku makan pangsit ini saja." "Bagaimana caraku menghabiskan yang lain?" "Kau memesan terlalu banyak, Raynard." "Baiklah, kita bungkus saja, tapi pangsitnya terlihat enak sampai kau menghabiskannya. Biar aku coba!" Raynard baru saja akan menarik mangkok pangsit, tapi Lira mencegahnya. "Jangan! Ini sudah habis, sisa kuah saja, lagipula tadi aku mengambilnya dengan sendokku. Ini sudah tidak bisa dibagi." Lira menarik mangkoknya ke arahnya. Raynard sampai tertawa pelan melihatnya. "Baiklah, makan tengah itu seh

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Satu Sendok Berdua

    Mobil Raynard akhirnya berhenti di sebuah mall besar. Lampu-lampu mulai menyala, pengunjung ramai keluar masuk. Suasana hidup, penuh suara dan tawa.Raynard turun lebih dulu, lalu berjalan memutar dan membuka pintu untuk Lira."Silakan turun, Tuan Putri." Lira menahan napasnya lagi. Entah sudah berapa kali ia melakukannya. Ia tidak langsung turun, tapi masih begitu sungkan. "Haruskah kita ke mall malam ini?" tanya Lira lagi. "Kau sudah bertanya berkali-kali sepanjang jalan, Lira. Kita akan berkencan, jadi ayolah!" Lira menggeleng. Ia tidak mau berkencan, tapi apa yang harus ia lakukan sekarang?" "Jadi apa kau mau aku menggendongmu turun saja?" Mata Lira langsung membelalak lagi. "Jangan gila, Raynard!" "Kalau begitu turun sendiri atau aku akan menggendongmu." Dengan kesal, Lira akhirnya keluar dari mobil. Raynard tersenyum puas, lalu tanpa ragu menggandeng tangan Lira lagi."Raynard!" protes Lira pelan."Kau mau kabur lagi?""Tidak!""Kalau begitu biarkan saja."Lira menghela

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Tekanan Darah Naik

    Lucas menyesali ucapannya bahkan sebelum kalimat itu benar-benar selesai menggantung di udara.Semua orang terdiam kaget, tapi Lisbeth malah langsung bangkit dari duduknya dengan lincah."Kalau begitu, mulai sekarang Oma kerja ya! Oma boleh masuk rumah kan?" seru Lisbeth yang langsung bersemangat.

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Kejutan yang Menantinya

    Hampir satu minggu berlalu sejak Lisbeth tinggal di rumah Lucas. Dan dalam satu minggu itu, rumah Lucas berubah menjadi medan perang bagi para pelayan.Seperti kata Lucas, Surya akhirnya datang membawa tiga pelayan tambahan. Tentu saja rumah itu tidak sebesar itu sampai harus memakai banyak pelayan

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Nenek Suri

    Lisbeth sudah bangkit berdiri ketika kata Indonesia keluar dari mulutnya. Ia terlihat sangat bersemangat, tubuhnya tegak, nyaris tidak mencerminkan usianya yang delapan puluh tahun. Namun, baru saja ia akan melangkah, mendadak ia teringat sesuatu dan terdiam sejenak. "Tunggu! Tunggu!" katanya tib

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Pelayan Baru

    Lucas masih berdiri kaku di tempatnya. Ia tidak pernah menyangka akan melihat seseorang di sana. Itu Grandma Lisbeth. Wanita tua dengan penampilan lusuh seperti pengemis itu Grandma-nya, dan Lucas tidak mungkin salah mengenali neneknya sendiri, apalagi setelah nenek tua itu tersenyum penuh makna

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status