Di sisi lain, Lira sudah memeluk lengan ayahnya dengan tegang. Satu tangannya memegang buket bunga sampai basah dan berkeringat saking tegangnya. "Jangan tegang, Lira, semua akan baik-baik saja," bisik Haryo. Lira mengangguk. "Iya, Ayah. Iya." Hingga akhirnya Lira pun melangkah masuk ke venue acara sambil menggandeng Haryo. Langkahnya pelan, anggun, tapi penuh makna. Napas Lira tertahan sejenak karena tubuhnya merinding. Venue acaranya, dekorasinya, dan para tamu yang berdiri menyambutnya. Semua membuat air mata Lira sudah jatuh duluan. Beberapa tamu merupakan undangannya, ia mengenal semuanya, teman-temannya, Melinda dan keluarganya. Lira senang sekali semua orang bisa datang tanpa kecuali. Lira tersenyum, mengangguk, dan sedikit menunduk saat air matanya jatuh. Hingga akhirnya ia menatap ke depan sana, ke arah pria yang sudah menunggunya di sana.Air mata Lira makin deras melihat betapa gagahnya Raynard di sana, pria yang awalnya bukan untuknya, lalu mendadak terus mengusiknya
Read more