Suasana di aula mendadak mencekam. Wajah para tamu berubah pias, memancarkan kombinasi rasa muak dan kemarahan yang jauh melampaui keterkejutan mereka sebelumnya.Ucapan Evander terlalu kejam. Pria itu tidak hanya ingin menghabisi Sebastian, tetapi juga berniat menginjak-injak harga diri Elvina tepat di hadapan jasad pria yang mencintainya. Kejinya tak manusiawi.Arman yang sejak tadi berusaha meredam amarah demi situasi, akhirnya mencapai batas kesabaran."Cih!"Dengusan dinginnya menggelegar, memotong keheningan. Tatapan Arman menajam, mengunci sosok Evander dengan kilat murka. "Jangan lupa satu hal, Anak Muda. Ini wilayah keluarga Arkana!"Bukannya gentar, Evander justru menyunggingkan senyum sinis seolah baru saja mendengar lelucon paling menggelikan. "Lalu kenapa?" tanyanya dengan nada meremehkan.Arman melangkah maju, memosisikan tubuh ringkih namun kokohnya di depan Sebastian dan Elvina. "Memang benar keluarga Viresta dari Kota Adhirajasa memiliki kekuasaan besar. Tetapi, ini K
더 보기