Pada detik itulah, suhu di seluruh aula pesta mendadak anjlok hingga beberapa derajat. Udara di sekitar mereka seketika menjadi begitu berat dan mencekam, seolah-olah pasokan oksigen baru saja ditarik paksa dari ruangan.Bahkan para kultivator tangguh yang berdiri di belakang Evander tiba-tiba merasakan hawa dingin yang teramat pekat menjalar dari tulang belakang mereka. Perasaan ngeri itu datang tanpa alasan yang jelas, namun insting bertahan hidup mereka berteriak bahaya.Sorot mata Harris saat ini sama sekali tidak mencerminkan pandangan manusia kepada sesamanya. Tatapan itu dingin, kosong, dan mutlak, layaknya seorang dewa kematian yang sedang menatap seonggok mayat yang belum menyadari bahwa ajalnya telah tiba.Niat membunuh yang murni, dingin, dan mengerikan perlahan menguar dari tubuhnya. Harris benar-benar murka.Sementara itu, di bawah desakan Evander yang kian tak sabar, pria paruh baya itu akhirnya bergerak. Meski ada keraguan yang samar di benaknya, ia tetaplah seorang abd
더 보기