Biasanya, orang-orang akan memintaku berhenti menangis. Biasanya, orang-orang mau aku lebih kuat dan menahan air mataku.Tapi dia justru mendukungku, dengan cara berbeda."Aku... aku cuma takut akan gagal malam ini," gumamku pelan. Sebuah pengakuan yang tak seharusnya keluar.Beberapa detik berlalu tanpa suara. Lalu dia mengembuskan napas pelan. “Aku mengerti.”Aku menatapnya, menunggu.“Kalau dia sudah mulai bergerak, berarti kita juga tidak bisa lengah," lanjutnya tetap tenang, Ketenangan itu perlahan menular padaku. “Jadi, aku harus bagaimana?" "Pertama, kau tak boleh panik. Aku akan membantumu melewati malam ini. Apa pun yang terjadi, kita hadapi bersama. Kuncinya, kau harus tetap fokus.”Kepalaku mengangguk pelan.“Dengar. Gangguan terbesar malam bukan Cindy. Bukan siapa pun di luar sana. Melainkan pikiranmu sendiri.”Aku terdiam.Kalimat itu terasa tepat dan entah kenapa, sedikit menyentil.“Apa pun yang muncul nanti, kau harus tetap berpikir jernih. Jangan bereaksi berlebiha
Read more