"Kalau soal itu, kalian bisa membicarakannya di meja makan," protes Nyonya Miranda halus. Kalimat itu terlontar ringan, sebuah candaan kecil. Tidak ada nada curiga, hanya keyakinan bahwa tidak ada yang perlu disembunyikan. Bagi mereka, urusan kami sebatas atasan dan bawahan. Atau seorang ayah dan sahabat anaknya. Tidak lebih.Sam membuka mulut, tapi tidak langsung menemukan kalimat yang tepat.Aku menangkap jeda itu.Tanpa menunggu lebih lama, aku berdiri dari tempat dudukku. Gerakanku cukup halus, cukup wajar untuk tidak menarik perhatian berlebihan, tapi cukup cepat untuk mengambil alih arah percakapan.“Maaf,” ucapku dengan senyum sopan. “Sebenarnya… ada beberapa hal yang ingin saya konsultasikan soal magang saya.”Aku menatap wanita tua dengan tenang, menjaga nada suaraku tetap profesional.“Ini agak personal,” tambahku, sedikit merendahkan suara. “Saya khawatir kurang tepat kalau dibahas di meja makan.”Nyonya Miranda memiringkan kepala, memperhatikanku sejenak. Bukan menilai de
Read more