“Untungnya kamu segera datang, Lang.” Ethan masih tergeletak lemas di ranjang. Efek obat yang sudah masuk di dalam tubuhnya sudah lenyap setelah meneguk penawar dari Galang.~lima jam sebelumnya~“Erika, kamu di sini?”Ethan yang sedang menikmati sore sambil menikmati teh dan sepiring pisang goreng terkejut. Rasanya aneh melihat adik iparnya ini sampai di sini. Tanpa canggung, Erika duduk di sebelahnya.“Tidak boleh? Aku kan juga ingin liburan, Kak. Sudah bosan dengan Kuta, Sanur, Nusa Dua. Pengen ke sini. Ternyata lebih nyaman, ya. Tidak ramai.”Kemudian jari lentik itu memberi tanda ke pelayan yang lewat. “Tolong teh hijau, ya.”Ethan tersenyum. Baru kali ini mendengar wanita ini berteriak minta tolong. Biasanya melayangkan perintah tanpa sopan santun. Ternyata hukuman yang dia layangkan kapan hari, berpengaruh besar. Meskipun, penampilan wanita ini tetap sama. Sexy dan saling tabrak.“Aku ke sini untuk survey, Kak. Inginnya merintis bisnis. Aku tidak mau selalu bergantung hidup kep
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-25 อ่านเพิ่มเติม