Moza baru saja membuka matanya ketika ia merasakan kehadiran seseorang di sisi ranjang.Dastan duduk di sebelah Moza dengan kemeja kerja yang rapi. Namun, ia tidak memegang ponsel atau tablet seperti biasanya.Di hadapannya, di atas meja nakas, sudah tersedia nampan perak berisi sarapan yang tampak sangat menggiurkan. Semangkuk bubur gandum halus dengan madu, telur rebus setengah matang, dan segelas jus jeruk segar."Selamat pagi, Sayang," suara bariton Dastan, terdengar lebih lembut dari biasanya. Ia membantu Moza untuk duduk bersandar pada tumpukan bantal."Pagi, Dastan... Kau belum berangkat?" Moza mengucek matanya pelan, merasa diperlakukan seperti seorang ratu."Aku ingin memastikan kau sarapan," jawab Dastan singkat penuh perhatian. Ia menyodorkan sendok berisi bubur ke arah Moza. "Ayo, makanlah sedikit agar mualnya tidak datang lagi."Moza tersenyum, menerima suapan suaminya dengan perasaan hangat. Namun, baru beberapa suap, ia menggeleng pelan. "Aku tidak berselera makan pagi
Read more