Kerika Moza melangkah masuk ke apartemen, ia disambut oleh tawa ceria Abigail yang baru pulang dari tempat les. Bocah perempuan itu berlari menghampiri Moza dengan wajah berseri-seri."Mama sudah pulang!" seru Abigail sambil memeluk pinggang Moza. "Aku berhasil memainkan lagu Moonlight Sonata, Ma. Kata Miss Hani, bulan Juni nanti aku boleh ikut konser."“Wah, anak Mama hebat sekali,” puji Moza sambil memegang pipi Abigail."Mama jadi buat Raspberry Mousse Pudding, kan? Mama sudah janji kemarin?”Moza berusaha tersenyum, meski perutnya masih sedikit melilit dan kepalanya agak berat."Jadi, Sayang. Mama pasti buatkan," jawab Moza lembut. "Tapi, Mama perlu mandi dulu supaya segar. Wulan, tolong mandikan Kayden."Wulan segera membawa Kayden ke kamar mandi, sementara Moza melangkah menuju kamarnya sendiri. Di dalam kamar yang hening, Moza mengunci pintu dan menyandarkan tubuhnya. Ia merasa perlu meluruhkan semua ketegangan hari ini. Mulai dari rasa mual yang aneh, pertemuan yang menegang
Ler mais