Matahari mulai condong ke barat, menerangi langit dengan warna jingga keemasan. Mereka berjalan perlahan, kadang berhenti saat Liam kelelahan. Felicity terus menopangnya, tidak mengeluh sama sekali."Mungkin kita tidak akan sampai sebelum gelap," gumam Felicity cemas."Tidak apa-apa," jawab Liam lemah. "Aku bersama orang yang tepat."Felicity tersenyum, meskipun hatinya cemas. "Kau ini..."Tiba-tiba, Liam berhenti. Tubuhnya menegang—tidak karena sakit, tetapi karena sesuatu yang lain. Matanya yang abu-abu melebar, waspada."Ada apa?" tanya Felicity, bingung.Liam tidak menjawab. Ia menatap ke depan, ke arah jalan setapak yang mereka lalui. Di sana, di kejauhan, di antara pepohonan yang mulai gelap, terlihat sesosok bayangan.Bayangan itu bergerak mendekat.Liam merasakannya—getaran di dimensi, gangguan di kabut pelindung yang ia ciptakan. Seseorang telah menembusnya. Bagaimana bisa orang biasa menembusnya? ada h
Last Updated : 2026-03-02 Read more