“Aisyah, Ayah mau dengar sendiri dari mulut kamu.” Jujur saja, kalimat itu membuatku seperti disambar petir. Aku berdiri di ruang tamu dengan kepala penuh tanda tanya. Tidak ada angin, tidak ada hujan, ayah mertuaku tiba-tiba mengucapkan pertanyaan yang bahkan aku sendiri tidak mengerti maksudnya. “Aku… harus ngomong apa, Yah?” tanyaku pelan, mencoba menahan getaran di suaraku. “Memangnya Aisyah punya salah apa?” Pak Sofiyan menatapku lama. Sorot matanya ragu, seperti seseorang yang dipaksa mempercayai sesuatu yang dalam hatinya sendiri ia tahu tidak masuk akal. Sejak pertama mengenalku, dia tahu aku bukan tipe perempuan yang akan melakukan hal memalukan apalagi hal yang mereka tuduhkan. “Ayah butuh penjelasan kamu soal kejadian kemarin,” ucapnya akhirnya. Aku mengerutkan kening. “Kejadian yang mana, Yah?” tanyaku bingung. Suasana mendadak berat. Pak Sofiyan menghela napas panjang, seperti ada beban besar yang menekan dadanya. Di sisi lain, Arka anak kecilku terlihat ketakutan.
Last Updated : 2025-11-25 Read more