“Kamu lagi bikin apa, Mas?” “Aku lagi bikin kopi,” jawab Bara pelan. Bela masih memeluk Bara dari belakang. Bara membiarkannya. Setelah kopi itu jadi, barulah Bara melepaskan pelukan Bela. Bela sedikit terkejut Bara tidak biasanya cuek seperti ini. “Kamu kenapa, Mas? Kamu marah sama aku?” tanya Bela, suaranya dibuat manja. Bara yang hendak menuju meja makan mendadak berhenti. Ia berbalik menatap Bela tajam. Tatapan itu membuat Bela sedikit mundur. Bara terlihat menyeramkan setelah kejadian semalam. Bela buru-buru merapat, merayu, takut Bara berpaling. Karena saat ini, dia masih punya satu saingan istri sah Bara yang sangat ia benci. “Mas… tatapanmu bikin aku takut. Maaf kalau aku nggak bisa melayanimu. Aku lagi nggak bisa cium bau bumbu dapur. Mual terus.” Bela mengkambinghitamkan kehamilannya. Bara mengembuskan napas. Mengingat Aisyah saat mengandung Arka dulu Aisyah tidak pernah mengeluh meski trimester pertamanya berat. Mual, muntah, pusing, tapi tetap menyiapkan kebutuha
Read more