Peringatan itu masih terus terngiang di kepalaku tidak benar-benar hilang, tidak juga melemah. Seharian penuh Bela tak henti-hentinya membuatku kewalahan. Setiap langkah, setiap ucapan, seolah menjadi tekanan baru yang membuat tubuhku semakin lelah dan pikiranku semakin sesak. Sejak pagi, rumah terasa berbeda. Suasana yang biasanya riuh oleh suara kecil Arka kini berubah sunyi. Anak itu biasanya berlari ke sana kemari, memainkan mobil-mobilannya, atau sekadar mengoceh tanpa henti. Namun hari ini, Arka hanya duduk diam di sudut ruangan, memeluk mainannya erat-erat. Tatapannya tampak takut. Setiap kali hendak bangkit, Bela menoleh tajam kepadanya, membuat anak itu kembali mengecilkan tubuhnya. “Aisyah, ambilkan ini.” “Aisyah, bersihkan itu.” “Aisyah, kamu dengar tidak?” Perintah Bela tak ada habisnya. Nada suaranya tinggi, dan setiap kata seperti sisipan sindiran yang membuatku menunduk. Aku mencoba menahan diri, meyakinkan bahwa semua ini hanya sementara. Namun lama-kelamaan, rasa
Last Updated : 2025-12-01 Read more