Setelah sadar, Roy melihat sekelilingnya. Di sana ada Doni, Hendro, Raya, Devan, dan Hugo. Hugo menampar keras wajah Roy hingga kepalanya terputar ke samping kiri. Roy memegang wajahnya yang terasa sakit, kemudian menatap Hugo dengan mantap.Raya segera menenangkan Hugo."Bos, maaf. Kenapa kamu menamparnya? Sudah saya bilang, bukan? Roy mandi sambil minum bir dengan kadar alkohol tinggi sampai tidak sadarkan diri di dalam bak mandi. Untung nyawanya masih bisa diselamatkan," kata Raya."Diam kamu, lancang! Siapa yang mengizinkan kamu menjelaskan semuanya? Aku ingin mendengar langsung dari mulut Roy. Pergi kamu dari sini! Terlalu ikut campur urusan pria," sahut Hugo."Maaf, Bos. Roy pasanganku. Tentu aku akan selalu berada di sampingnya. Aku tidak ingin namanya menjadi buruk di sini," sambung Raya."Bos, apa yang dikatakan Raya memang benar adanya. Aku hilang kendali karena sedang mabuk berat. Lain kali aku tidak akan ceroboh," jelas Roy.
Read more